Sabtu, Mei 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengapa Jutaan Orang di Berbagai Negara Memperingati Hari Bumi?

redaksi
23 April 2022
Kategori : Berita, Kesehatan, Sampah & Polusi
0
Plastik Masih Menjadi Masalah Terbesar Pencemaran Laut

Kemasan plastik yang dibuang begitu saja atau bocor ke lingkungan laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Asal usul Hari Bumi tidak muncul begitu saja. Ada kasus lingkungan dan kepedulian orang terhadap organisme hidup yang membangkitkan semangat banyak orang untuk momen Hari Bumi.

Sebelum 1970-an, banyak orang Amerika mengonsumsi sejumlah besar gas bertimbal melalui mobil besar dan tidak efisien. Industri menyemburkan asap dan lumpur.

Polusi udara umumnya diterima sebagai bau kemakmuran. Sampai titik ini, arus utama Amerika sebagian besar tetap tidak menyadari masalah lingkungan dan bagaimana yang tercemar mengancam kesehatan manusia.

Tahun 1962, Rachel Carson menerbitkan bukunya dengan judul Silent Spring, pada 27 September.

Buku ini menjadi best seller, terlaris saat itu. Terjual lebih dari 500.000 eksemplar di 24 negara karena meningkatkan kesadaran publik dan kepedulian terhadap organisme hidup, lingkungan dan hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara polusi dan kesehatan masyarakat.

Adalah senator junior dari Wisconsin, Gaylord Nelson, juga telah lama mengkhawatirkan lingkungan yang makin memburuk di Amerika Serikat.

Pada Januari 1969, Gaylord Nelson menyaksikan kerusakan akibat tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.

Terinspirasi oleh gerakan mahasiswa anti-perang, Senator Nelson ingin menanamkan energi protes anti-perang mahasiswa dengan kesadaran publik yang muncul tentang polusi udara dan air.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Hari BumiPerubahan IklimPolusiTumpahan minyak
Bagikan8Tweet1KirimKirim
Previous Post

Rekaman Dramatis Gerhana Matahari di Mars, Bulan Mirip Kentang

Next Post

Perempuan Tangguh Pelaku UMKM di Indramayu

Postingan Terkait

WHO Menyerukan Gencatan Senjata di Tengah Wabah Ebola di Kongo

WHO Menyerukan Gencatan Senjata di Tengah Wabah Ebola di Kongo

29 Mei 2026
Kemenhub Bentuk Tim Terpadu Penanganan Virus Corona di Wilayah Pelabuhan

Analisis Iklim Global Menunjukkan Kondisi El Niño di Samudra Pasifik

29 Mei 2026

Jangmi Meningkat Menjadi Badai Tropis Parah, Berdampak Terhadap Kondisi Cuaca di Sulawesi Utara

Waspada Peningkatan Hujan di Masa Peralihan Musim di Indonesia

Sungai Didingga Meluap, Banjir Bandang di Gorontalo Utara Tinggi 2 Meter

Badai Tropis Jangmi Menguat di Laut Filipina, Mengarah ke Kepulauan Ryukyu

Etika Lingkungan Tak Hanya Kepentingan Manusia Belaka

Wabah Ebola Terus Menyebar, PBB Mendesak Maskapai Penerbangan Patuhi Keselamatan

Next Post
Perempuan Tangguh Pelaku UMKM di Indramayu

Perempuan Tangguh Pelaku UMKM di Indramayu

Komentar tentang post

TERBARU

WHO Menyerukan Gencatan Senjata di Tengah Wabah Ebola di Kongo

Analisis Iklim Global Menunjukkan Kondisi El Niño di Samudra Pasifik

Jangmi Meningkat Menjadi Badai Tropis Parah, Berdampak Terhadap Kondisi Cuaca di Sulawesi Utara

Waspada Peningkatan Hujan di Masa Peralihan Musim di Indonesia

Sungai Didingga Meluap, Banjir Bandang di Gorontalo Utara Tinggi 2 Meter

Badai Tropis Jangmi Menguat di Laut Filipina, Mengarah ke Kepulauan Ryukyu

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal Ikan Vietnam Ditangkap di ZEE Indonesia

BRIN Kelola Lima Kapal Riset

Perlindungan Ekosistem Mangrove

Cara Memantau Mikroplastik di Laut, Disusun Ahli Berbagai Negara

Dampak Topan Hinnamnor Paling Parah di Kota Pohang, Korea Selatan

Intensitas Badai Hilary Melemah, Namun Tetap Berbahaya

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.