Jumat, Agustus 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

“Pulau” Sampah Plastik Kini Hampir Seluas Indonesia

Andri Arnold
11 September 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0
“Pulau” Sampah Plastik Kini Hampir Seluas Indonesia

DariLaut – Polusi sampah di laut semakin mengkhawatirkan. Di samudera Pasifik ditemukan pusaran sampah raksasa yang dikenal sebagai The Great Pacific Garbage Patch. Ini adalah sebuah pusaran pulau sampah yang diperkirakan 99,9 % komposisinya dari sampah plastik. The Great Pacific Garbage Patch Berada di tengah Samudera Pasifik Utara, tepatnya berada di dekat Jepang untuk Garbage Patch Barat dan diantara California-Hawaii untuk Garbage Patch Timur.

Dikutip dari The Ocean CleanUp bahwa  The Great Pacific Garbage Patch ditemukan pertama kali sekitar tahun 1988 dan saat ini luasnya telah mencapai 1,6 juta kilometer persegi. Sebagai gambaran, luas itu hampir mencapai wilayah Indonesia yang memiliki luas 1,9 juta kilometer persegi.

Limbah sampah plastik tidak terurai dan terus terombang ambing di pusaran wilayah samudera Pasifik. Dalam riset yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Report, para peneliti merilis bahwa telah terjadi peningkatan jumlah sampah sebanyak 10 hingga 16 lebih banyak dari perkiraan awal yaitu 87.000 ton. salah satu peneliti, Laurent Lebreton, mengungkap arus laut dan angin permukaan laut menyebabkan  penumpukan sampah diwilayah itu dan 99,9 % didominasi oleh sampah plastik.

94 persen dari sekitar 1,8 triliun yang mengapung diperairan berupa mikroplastik dari bahan seperti polyethylene dan polypropylene. Mikroplastik berbahaya karena dapat membunuh biota laut seperti penyu dan lumba lumba.

Tags: pasifikplastiksampahtheoceancleanup
Bagikan12Tweet7KirimKirim
Previous Post

Puntung Rokok, Sampah Terbesar di Lautan

Next Post

Pelampung Raksasa Diluncurkan Menjaring Sampah Plastik di Lautan Pasifik

Postingan Terkait

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

8 Agustus 2026
UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

29 Juni 2026

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Krisis Polusi Plastik Mencekik Lautan, Bahan Alternatif  Terhambat tarif dan Peraturan

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Next Post
Pelampung Raksasa Diluncurkan Menjaring Sampah Plastik di Lautan Pasifik

Pelampung Raksasa Diluncurkan Menjaring Sampah Plastik di Lautan Pasifik

Komentar tentang post

TERBARU

Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

Copernicus Eropa Tampilkan Sebaran Asap di Asia Tenggara Akibat Kebakaran Hutan Dahsyat di Indonesia

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Aliran Lumpur yang Menghantam Pos Lintas Batas Tibet

Kehancuran Setelah Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, 17 Ribu Anak Terdampak

362 Orang Tewas dan 1.400 hilang di Nepal dan Tibet Akibat Banjir Dahsyat Himalaya

Banjir Bandang Dahsyat Himalaya, Sekjen PBB Sampaikan Solidaritas Bagi Korban dan Keluarga

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Mawar Meningkat Menjadi Topan Super

Hampir Lima Bulan 1601 Kejadian Bencana Alam di Indonesia

Menyedihkan, Induk Paus Orca Bawa Anak yang Sudah Mati di Genoa, Italia

Gempa Dahsyat NTT M 7,7 Bersumber Dari Aktivitas Flores Back-Arc Thrust

Panas di Spanyol, Portugal dan Afrika Utara Karena Perubahan Iklim

Pemerintah Kota Gorontalo Memperkuat UMKM dengan Bantuan Modal Barang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.