Minggu, September 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Jejak dan Perilaku Anoa

redaksi
7 Februari 2023
Kategori : Berita, Konservasi
0
Jejak dan Perilaku Anoa

Sepasang anoa. FOTO: ABDUL HARIS MUSTARI

Darilaut – Untuk mengamati anoa, kemungkinan perjumpaan di sumber air atau tempat berkubang. Di lokasi ini, jejak kaki anoa biasanya banyak dijumpai.

Apabila ingin mengukur jejak kaki anoa sebaiknya jejak kaki depan yang diukur karena biasanya tercetak lebih jelas di tanah.

Bagi yang ingin mengidentifikasi anoa tanpa perjumpaan langsung dapat melalui kotoran/ feses. Feses anoa mudah dikenali karena bentuknya bersatu menumpuk seperti feses kerbau atau sapi.

Cukup sulit dibedakan antara feses anoa dataran rendah dan anoa gunung.

Setelah ±6 jam, biasanya feses anoa dikerumuni serangga pemakan atau pengurai kotoran (dung beettle).

Kotoran anoa betina biasanya lebih basah daripada kotoran anoa jantan karena bercampur atau terkena urine. Letak anus dan lubang keluar urine pada anoa betina berdekatan, maka kotoran anoa betina sering bercampur urine karena biasanya setelah mengeluarkan feses dibarengi dengan mengeluarkan urine.

Kotoran anoa yang masih baru terlihat basah/ lembap dan lembek, sedangkan kotoran yang sudah lama akan terlihat kering dan keras.

Anoa memiliki indera penciuman sangat peka. Hewan ini selalu menghindar dari kontak langsung dengan manusia atau dari lingkungan manusia.

Peneliti dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB Univeristy, Dr Abdul Haris Mustari (2020) menjelaskan seseorang yang ingin mengamati anoa di habitat aslinya hendaknya tidak menggunakan wangi-wangian, tidak merokok, dan aroma lain yang akan mengganggu anoa.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Abdul Haris MustariAnoaAnoa Dataran RendahAnoa Gunung
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Cara Membedakan Anoa Dataran Rendah dan Gunung

Next Post

Presiden Segera Keluarkan Perpres Media Sustainability

Postingan Terkait

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Dentuman Gunung Anak Krakatau

6 September 2026
Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

6 September 2026

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

Next Post
Presiden Segera Keluarkan Perpres Media Sustainability

Presiden Segera Keluarkan Perpres Media Sustainability

Komentar tentang post

TERBARU

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

AmsiNews

REKOMENDASI

Tol Laut Layani Rute Gorontalo – Ternate

Kegiatan Penanaman Mangrove di 34 Provinsi Senilai Rp 406 Miliar

Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Mengatasi Kekeringan Parah, Penggurunan dan Degradasi Lahan

Hari Bumi, Google Doodle Tampilkan Efek Perubahan Iklim

Gempa M 6,8 Dirasakan IV MMI di Enggano dan Muko-muko

G7 Menyoroti Ketahanan Pangan Global dan Digitalisasi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.