Selasa, Mei 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

9 Negara Memiliki Kebijakan Mengurangi Asupan Natrium

redaksi
10 Maret 2023
Kategori : Berita, Kesehatan
0
9 Negara Memiliki Kebijakan Mengurangi Asupan Natrium

Ilustrasi garam. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Hingga saat ini baru sembilan negara di seluruh dunia yang memiliki paket kebijakan komprehensif yang direkomendasikan untuk mengurangi asupan natrium.

Sembilan negara tersebut, masing-masing: Brasil, Chili, Republik Ceko, Lituania, Malaysia, Meksiko, Arab Saudi, Spanyol, dan Uruguay.

Laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa hanya 5 persen dari populasi dunia yang dilindungi oleh kebijakan pengurangan natrium wajib.

Sementara 73 persen dari 194 Negara anggota WHO tidak memiliki kemampuan untuk sepenuhnya menerapkan kebijakan tersebut.

Menyelamatkan nyawa melalui penerapan kebijakan pengurangan natrium yang hemat biaya adalah komponen tindakan penting untuk mencapai target Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, untuk mengurangi kematian akibat penyakit tidak menular, kata WHO.

Pendekatan komprehensif untuk pengurangan natrium termasuk mengadopsi kebijakan wajib dan empat intervensi “pembelian terbaik” WHO terkait dengan natrium, yang berkontribusi besar untuk mencegah penyakit tidak menular.

Ini termasuk merumuskan kembali makanan yang mengandung lebih sedikit garam. Kemudian menetapkan kebijakan pengadaan makanan publik untuk membatasi makanan kaya garam atau natrium di lembaga seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat kerja.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: GaramNatrium KloridaTable SaltWHO
Bagikan6Tweet1KirimKirim
Previous Post

Asupan Natrium Berlebihan Penyebab Utama Kematian

Next Post

Organisasi Meteorologi Siapkan Komite Ahli Untuk Penyelidikan Rekor Baru Topan Freddy

Postingan Terkait

Bibit 93W di Laut Filipina Berpeluang Menjadi Siklon Tropis

92W Berada di Dekat Palau, 93W Berpeluang Menguat

5 Mei 2026
UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

5 Mei 2026

Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Tarsius yang Ditemukan di Gorontalo Berpotensi Hasil Persilangan Dua Spesies Berbeda

PBB Mendesak Agar Serangan Terhadap Pekerja Media dan Jurnalis Diakhiri

Asia Selatan Bersiap Menghadapi Curah Hujan di Bawah Normal dan El Nino

Next Post
Organisasi Meteorologi Siapkan Komite Ahli Untuk Penyelidikan Rekor Baru Topan Freddy

Organisasi Meteorologi Siapkan Komite Ahli Untuk Penyelidikan Rekor Baru Topan Freddy

Komentar tentang post

TERBARU

92W Berada di Dekat Palau, 93W Berpeluang Menguat

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Tarsius yang Ditemukan di Gorontalo Berpotensi Hasil Persilangan Dua Spesies Berbeda

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir Bandang Menewaskan 33 Orang di Afghanistan

Januari – Juli 2019, Petugas Gagalkan 39 Kasus Penyelundupan Benih Lobster

Negosiasi Polusi Plastik Ditunda

Hari Menara Suar, Ingatan untuk Masyarakat Maritim

Sering Diambil Telurnya, Ikan Sturgeon Atlantik Terancam Punah

Tujuan Bangkok, 7.040 Kuda Laut Diselundupkan dari Bandara Yogyakarta

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.