arilaut – Memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional (International Day for Biological Diversity) 22 Mei tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menampilkan keberadaan Harimau Malaya (Malayan tiger) yang terancam punah.
Spesies ini, menurut Un.org, dengan risiko kepunahan yang nyata, terutama karena perburuan liar dan perdagangan satwa liar.
Mengutip Malaysianwildlife.org tren populasi Harimau Malaya terus menurun. Status IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources – Uni Internasional untuk Konservasi Alam -) sangat terancam punah.
Diperkirakan harimau Malaya hanya 80-120 individu dewasa yang tersisa di alam liar. Harimau malaya dengan nama ilmiah: Panthera tigris jacksoni/ Panthera tigris malayensis.
Spesies ini memiliki ukuran 2,3 – 2,6m dan hanya ditemukan di Semenanjung Malaysia.
Habitat harimau malaya di hutan tropis, semak belukar, padang rumput. Mangsanya babi hutan, rusa, babi berjanggut, beruang madu, dan anak gajah muda.
Harimau Malaya adalah salah satu spesies harimau terkecil yang ditemukan di seluruh bagian selatan dan tengah Semenanjung Melayu dan bagian selatan Thailand. Ini adalah simbol nasional Malaysia.
Spesies baru diakui sebagai subspesies harimau pada tahun 2004. Harapan hidup spesies ini di alam liar selama 20 tahun, dengan 2-5 anak untuk betina.





Komentar tentang post