Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Padang Lamun yang Sehat Hanya 6,67 Persen

redaksi
3 Oktober 2018
Kategori : Berita
0
Padang Lamun yang Sehat Hanya 6,67 Persen

Padang lamun. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Peneliti lamun dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nurul Dhewani Mirah Sjafrie mengatakan, dari keseluruhan lokasi padang lamun yang telah divalidasi di Indonesia, hanya 6,67 persen yang kondisinya sehat. Seperti di Maumere dan Sikka.

“Bahkan padang lamun yang berada di kawasan konservasi, misalnya Wakatobi juga kondisinya kurang sehat,” kata Nurul dalam acara “Penyampaian Status Padang Lamun di Indonesia” di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Jakarta Senin (1/10).

Padahal, padang lamun di Indonesia terluas se-Asia Tenggara. Namun, sebagian besar padang lamun Indonesia masih dalam kondisi kurang sehat.

Jika mengacu Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 200 Tahun 2004, padang lamun dengan tutupan 42 persen berada dalam kondisi kurang sehat.

Menurut Nurul, kondisi padang lamun sangat berkorelasi dengan biota laut yang memanfaatkan ekosistem ini, seperti penyu dan dugong.

“Hasil kajian LIPI menunjukkan padang lamun, terutama yang terdiri dari spesies Halodule dan Halophila, berperan penting sebagai sumber makanan dugong,” katanya.

Nurul mengatakan, tanpa jenis lamun ini, populasi dugong di Indonesia akan semakin terancam menuju kepunahan. Agar padang lamun tetap mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan, upaya konservasi padang lamun harus mampu mencegah aktivitas yang mengancam kelestariannya.

“Kegiatan transplantasi lamun dapat dilakukan untuk memulihkan padang lamun yang telah hilang atau rusak dan menciptakan areal padang lamun yang baru,” ujarnya.

Sumber: oseanografi.lipi.go.id

Tags: LamunLIPI
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Padang Lamun Indonesia Terluas di Asia Tenggara

Next Post

KKP Buka Tiga Posko Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah

Postingan Terkait

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

5 November 2026
Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

4 November 2026

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Atlet Renang UNG Memboyong 5 Medali Emas Piala Gubernur Sulut 2026

Danau Koroneia di Yunani Utara Terus Menyusut

Sejarah World Tsunami Awareness Day, Edukasi Menyelamatkan Nyawa

Topan In-fa Terletak di Selatan Tokyo

Kearifan Lokal Smong Masuk Kurikulum Sekolah di Simeulue

Next Post
KKP Buka Tiga Posko Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah

KKP Buka Tiga Posko Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah

Komentar tentang post

TERBARU

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Atlet Renang UNG Memboyong 5 Medali Emas Piala Gubernur Sulut 2026

Danau Koroneia di Yunani Utara Terus Menyusut

Sejarah World Tsunami Awareness Day, Edukasi Menyelamatkan Nyawa

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Kuat Mengguncang Cina Barat Daya, 46 orang tewas

Perkuat Kapasitas, LIPI Buka Pelatihan Indeks Kesehatan Mangrove

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

Jepang Secara Terang-terangan Berburu Paus

Tiga Bibit Siklon Tropis Berkembang di Utara Indonesia

Kematian Paus Orca J50

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.