Selasa, Juni 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Banyak Bangunan Rusak dan Jalanan Retak di Jepang, Tercatat 100 Guncangan Setelah Gempa 7,6 SR

redaksi
2 Januari 2024
Kategori : Berita
0
Banyak Bangunan Rusak dan Jalanan Retak di Jepang, Tercatat 100 Guncangan Setelah Gempa 7,6 SR

Bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 7,6 skala Richter (SR) di Jepang, Senin (1/1). FOTO: NHK

Darilaut – Banyak bangunan yang mengalami kerusakan serta jalanan retak setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,6 skala Richter (SR) melanda Prefektur Ishikawa, di Jepang tengah, Senin (1/1). Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency) mencatat 100 guncangan dari gempa susulan di wilayah tersebut.

Melansir Nippon Hoso Kyokai (NHK) seorang profesor emeritus di Universitas Tokyo, Hirata Naoshi, memperingatkan bahwa guncangan kuat mungkin terus berlanjut dan dapat menimbulkan risiko bagi bangunan yang belum runtuh pada gempa bumi sebelumnya.

Hirata, pakar mekanisme gempa bumi, mengatakan, masyarakat yang telah mengungsi sebaiknya tidak kembali ke rumah mereka sampai peringatan dicabut.

Aktivitas seismik sangat aktif di wilayah Noto di Prefektur Ishikawa sejak sekitar Desember 2020, kata Hirata.

Hirata mengatakan ada kemungkinan gempa yang sangat kuat bisa terjadi, dan tsunami dahsyat bisa terjadi setelahnya.

Badan Meteorologi Jepang menyarankan masyarakat untuk tetap berada di daerah aman

Gempa dengan intensitas mencapai skala 7 kemungkinan terjadi selama sekitar satu minggu, terutama dua atau tiga hari ke depan.

Gempa bumi yang melanda Jepang di hari pertama tahun 2024, telah menyebabkan sedikitnya empat orang tewas di Prefektur Ishikawa.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Badan Meteorologi JepangGempa BumiGempa JepangJepangPeringatan TsunamiPrefektur Ishikawa
Bagikan7TweetKirimKirim
Previous Post

Gempa dan Tsunami di Jepang, PM Jepang Imbau Warga Mengungsi

Next Post

Apa Saja Momen Lingkungan Tahun 2024?

Postingan Terkait

General Santos Paling Parah Terkena Dampak Gempa Sarangani di Mindanao

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

16 Juni 2026
Korban Tewas Gempa Sarangani 47 Orang, Rumah Rusak 12.641

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

16 Juni 2026

Gempa M6,2 Guncang Talaud

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

Bambu Dapat Memulihkan Ekosistem dan Pengendalian Erosi

Gempa Sarangani Mengakibatkan 54 Ribu Rumah Rusak di Mindanao, 249 di Sulawesi Utara

Infeksi Virus Ebola di Kongo Terus Menyebar, Dapat Menyasar Anak-anak

Next Post
193 Negara Sepakat Melindungi dan Merawat Keanekaragaman Hayati di Laut Lepas

Apa Saja Momen Lingkungan Tahun 2024?

TERBARU

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

Gempa M6,2 Guncang Talaud

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

Bambu Dapat Memulihkan Ekosistem dan Pengendalian Erosi

AmsiNews

REKOMENDASI

Balai TN Taka Bonerate Transplantasi 7500 Bibit Karang

Alfred Mendarat di Utara Brisbane Sebagai Eks Siklon Tropis

Basarnas Beri Penghargaan Untuk Fakultas Kedokteran UNG

Foto: Lumba-Lumba di Teluk Tomini

Ribuan Ikan Koi Terlepas ke Danau Limboto Akibat Banjir Besar di Gorontalo

Kongres IUCN, Pemerintah Jerman Investasi 17 juta Euro Untuk Pariwisata Berkelanjutan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.