Jumat, September 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Daratan Jepang Bertambah 2,4 km Setelah Gempa di Ishikawa, Garis Pantai Meluas 175 Meter

redaksi
7 Januari 2024
Kategori : Berita
0
Daratan Jepang Bertambah 2,4 km Setelah Gempa di Ishikawa, Garis Pantai Meluas 175 Meter

Garis pantai dan daratan di Jepang bertambah setelah gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang terjadi pada Senin (1/1) di Prefektur Ishikawa, Jepang Tengah. GAMBAR: NHK

Darilaut – Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang terjadi pada awal Tahun Baru di Prefektur Ishikawa, Jepang Tengah, Senin (1/1) telah memperluas garis pantai dan daratan di wilayah tersebut.

Melansir Nippon Hoso Kyokai (NHK) hasil penelitian menunjukkan gempa bumi yang melanda Semenanjung Noto pada hari Senin memperluas garis pantai hingga 175 meter. Selain itu, luas daratan bertambah menjadi 2,4 kilometer persegi.

Sebuah tim investigasi yang dipimpin oleh Associate Professor Gotou Hideaki dari sekolah pascasarjana Universitas Hiroshima mempelajari pergeseran tanah yang disebabkan oleh gempa bumi dan dampak gelombang tsunami di prefektur Ishikawa, tempat pusat gempa tersebut.

Penelitian ini dilakukan terutama dengan menggunakan foto udara yang diambil setelah gempa berkekuatan 7,6 skala Richter. Ini mencakup hamparan sekitar 50 kilometer dari garis pantai bagian timur laut Semenanjung Noto.

Hasilnya menunjukkan gempa tersebut mengangkat tanah di hampir seluruh wilayah tersebut, sehingga memperluas daratan. Bencana ini menggeser garis pantai ke arah laut sejauh 175 meter di distrik Kawaura, Kota Suzu.

Para peneliti mengatakan hal ini menyebabkan luas daratan bertambah menjadi 2,4 kilometer persegi. Air laut hampir lenyap di beberapa pelabuhan di pesisir utara semenanjung.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Garis PantaiGempa BumiGempa JepangJepangPrefektur Ishikawa
Bagikan28Tweet2KirimKirim
Previous Post

Organisasi Konstituen Dewan Pers dan Jurusan Komunikasi UNG Bahas Kerja Sama Magang Jurnalistik

Next Post

Tahun 2024, Tahun Baper?

Postingan Terkait

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

18 September 2026
Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

18 September 2026

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Next Post
Provinsi Gorontalo yang Mencemaskan

Tahun 2024, Tahun Baper?

TERBARU

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Tak Boleh Ambil Karang di Kawasan Konservasi dan Wisata

Baca Berita Virus Corona, Wajar Bila Panik dan Takut

Badai Tapah Terbentuk di Laut Cina Selatan, Akan Menguat Sebelum Mendarat di Guangdong

Global Ocean Innovation Challenge Jadikan Indonesia Pusat Inovasi Konservasi Laut

Presiden: Rehabilitasi Mangrove untuk Pemulihan Lingkungan dan Mitigasi Iklim

10 Ribu kg Sampah yang Berserakan di Pesisir Kota Gorontalo Berhasil Dibersihkan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.