Darilaut – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Hainan Tropical Ocean University (HTOU) Tiongkok menjajaki peluang kerja sama riset perikanan tuna dan restorasi terumbu karang.
Selain itu, peluang kolaborasi lainnya seperti pertukaran peneliti dan program postdoctoral, webinar ilmiah dan publikasi bersama, serta inisiasi program ketahanan pangan laut berbasis teknologi dan bioindustri.
Hal ini dalam diskusi saat kunjungan delegasi HTOU Tiongkok di Kantor Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) yang berlokasi di BRIN Kawasan Sains Aprilani Soegiarto, Ancol, Jakarta, pada Kamis (26/6) pekan lalu.
Dalam diskusi, Kepala ORKM BRIN, Ocky Karna Radjasa menyampaikan pentingnya kolaborasi internasional untuk menjawab tantangan global, seperti perubahan iklim dan degradasi ekosistem laut.
Ocky mengatakan dengan dukungan lebih dari 1.020 periset yang ada di sembilan Pusat Riset, ORKM BRIN aktif membangun kolaborasi riset internasional dan mengembangkan ekonomi berbasis pengetahuan melalui berbagai platform, termasuk ICCOC (Indonesia-China Center for Ocean and Climate).
Dalam diskusi tersebut telah dinventarisasi ruang lingkup kerja sama riset kelautan dan konservasi. Sebagai tindak lanjut, keduanya sepakat segera menyusun naskah Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama sebagai dasar pelaksanaan kerja sama ke depan.




