Darilaut – Banjir dahsyat di Kabupaten Hualien, Taiwan, menyebabkan 14 orang tewas dan 46 orang masih hilang. Banjir terjadi setelah hujan lebat yang dibawa Topan Super (Super Typhoon) Ragasa.
Hujan mengakibatkan jebolnya danau penghalang (barrier) dan membanjiri wilayah di sekitar.
Badan Pemadam Kebakaran Nasional Taiwan mengatakan korban tewas akibat banjir parah di Hualien, yang disebabkan oleh jebolnya danau penghalang 14 orang dan hilang 46 orang.
Focustaiwan.tw melaporkan Direktur Jenderal Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Hualien, Wu Zhao-yuan mengatakan beberapa alamat korban tewas yang dilaporkan tercatat ganda.
Setelah menghubungi dan memverifikasi setiap kasus, jumlah orang hilang mencapai 46 orang hingga Rabu (24/9) pukul 22.00, dengan upaya terus dilakukan untuk mengonfirmasi dan menghilangkan kasus duplikat.
Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut setelah danau penghalang di Matai’an Creek di pegunungan di atas Kotapraja Guangfu meluap akibat hujan deras yang dibawa oleh Topan Ragasa, menurut Pusat Operasi Darurat Pusat.
Danau Penghalang Matai’an Creek
Melansir Focustaiwan.tw, danau penghalang di Matai’an Creek di Kabupaten Hualien meluap pada hari Selasa, menyebabkan banjir parah di Kotapraja Guangfu, Wanrong, dan Fenglin di wilayah Taiwan timur.




