Kamis, September 10, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Eksplorasi

Fishdic Universitas Brawijaya Ekspedisi di Pulau Moyo, Sumbawa

redaksi
8 November 2018
Kategori : Eksplorasi
0
Ekspedisi

Ekspedisi di Pulau Moyo, Sumbawa oleh tim Fisheries Diving Club Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. FOTO: TIM EKSPEDISI CARCHARIAS

TIM Fisheries Diving Club (Fishdic) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya melakukan ekspedisi Carcharias 1 di Pulau Moyo, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Ekspedisi ini berlangsung akhir Oktober hingga awal November.

Selama ekspedisi, tim ekspedisi Carcharias melaksanakan kegiatan monitoring kesehatan terumbu karang, sekolah edukasi pesisir dan pengembangan kawasan wisata Pulau Moyo. Selain itu, pemeliharaan lingkungan dan peringatan hari sumpah pemuda bawah laut.

Pulau Moyo dipilih sebagai lokasi ekspedisi karena memiliki kekayaan alam dan keanekaragam hayati yang tinggi. Namun lokasi ini masih kurang dalam hal penelitian dan publikasi ilmiah, lebih khusus lagi penyelaman.

Sejauh ini, destinasi wisata Pulau Moyo yang terkenal adalah air terjun Mata Jitu. Informasi mengenai wisata perairan dan keindahan bawah laut Pulau Moyo masih jarang terdengar.

Seperti keberadaan spesies karang langka Acropora ocellata yang masuk dalam Red-List IUCN yang ditemukan di perairan Pulau Moyo. Karang tersebut kebanyakan dijumpai di Australia.

Dalam rangkaian kegiatan di Pulau Moyo, tim ekspedisi bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, BKSDA NTB, dan beberapa organisasi non pemerintah, serta komunitas selam setempat.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: EkspedisiFPIK UBPulau Moyo
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Akademisi Gorontalo Lebih Berperan Mempelajari Kemunculan Hiu Paus

Next Post

Paus Pembunuh Ditemukan Mati Terdampar di Pulau Maratua

Postingan Terkait

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

24 Januari 2026
Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

12 September 2025

Belajar Kajian Maritim Dari Adrian Bernard Lapian

Peneliti Temukan Potensi 16 Spesies Baru di Kalimantan Tengah

200 tahun Alfred Wallace: laboratorium hidup evolusi Wallacea semakin disesaki pembangunan

BRIN Fokus Riset Laut Dalam di Wilayah Timur Indonesia

BRIN dan Chinese Academy of Sciences Kerja Sama Riset Kelautan

15 Spesies Paus Terlihat di Laut Cina Selatan

Next Post
Orca

Paus Pembunuh Ditemukan Mati Terdampar di Pulau Maratua

Komentar tentang post

TERBARU

Peneliti BRIN dan ITB Temukan Cangkang Rajungan Berpotensi Jadi Separator Baterai Lithium-ion Berkinerja Tinggi

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

AmsiNews

REKOMENDASI

Dibawa Dalam Keadaan Hidup, Ini Kronologi Temuan Ikan Purba Raja Laut di Raja Ampat

Rekaman Dramatis Gerhana Matahari di Mars, Bulan Mirip Kentang

Negara Kepulauan Tuvalu di Samudra Pasifik Akan Tenggelam

Dua Siklon Tropis Berkembang di Utara Indonesia

Komunitas Internasional Bahas Perubahan Iklim, Konservasi dan Sampah Plastik

Universitas Negeri Gorontalo Gelar UNG Bersholawat Bersama Ustaz Abdul Somad

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.