Darilaut – Banjir menerjang Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, mengakibatkan dua orang meninggal dunia di Desa Soasio, Kecamatan Loloda.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 726 kepala keluarga atau 3.444 jiwa terdampak langsung banjir bandang ini. Banjir menyebabkan sekitar 1.500 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Korban banjir menumpang di rumah warga yang tidak terdampak, sekolah, serta balai desa.
Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu (7/1) dini hari pukul 04.00 WIT. Hujan deras yang berlangsung dalam waktu cukup lama menyebabkan meluapnya aliran air dan menggenangi permukiman warga serta memutus akses jalan di sejumlah wilayah.
Aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan dampak signifikan bagi kehidupan sosial serta ekonomi warga setempat.
Wilayah terdampak banjir meliputi lima kecamatan dengan sembilan desa, yaitu Kecamatan Ibu (Desa Gamlamo, Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, dan Gamici), Kecamatan Sahu Timur (Desa Gamoneng), Kecamatan Tabaru (Desa Duomo dan Goin), Kecamatan Ibu Selatan (Desa Talaga), serta Kecamatan Loloda (Desa Soasio).
Kerugian materiil akibat banjir cukup besar. Tercatat 726 unit rumah terdampak dengan rincian 34 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah rusak sedang, dan 286 unit rumah rusak ringan.




