Minggu, September 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Badai Tropis Nokaen Terletak di Laut Filipina

redaksi
20 Januari 2026
Kategori : Berita
0
Badai Tropis Nokaen Dapat Berdampak Hujan di Gorontalo dan Gelombang Tinggi di Talaud

Ilustrasi badai tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Badai Tropis Nokaen saat ini terletak di Laut Filipina, Samudra Pasifik, pada Selasa (20/1).

Topan Jepang Nomor 1 di tahun 2026 ini  bergerak ke timur tenggara dengan kecepatan 25 km per jam (14 knot).

Tekanan udara pada pusatnya 1000hPa (hektopaskal), kata Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA). 

Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum 18 meter per detik (35 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot).

Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di barat-laut 330 km (180 NM) dan tenggara 220 km (120 NM).

Nokaen dengan nama Filipina ”Ada” menurut Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA)  telah melemah menjadi depresi tropis.

Ada diperkirakan akan bergerak ke arah tenggara selama 24 jam ke depan. Masuknya udara kering secara terus menerus dari monsun timur laut diperkirakan akan mengakibatkan pelemahan bertahap, kata PAGASA.

Badai ini mungkin akan diturunkan statusnya menjadi daerah tekanan rendah pada Rabu (21/1).

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,3 meter (14 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

JTWC memperkirakan Nokaen akan mulai berbelok ke arah tenggara dalam 12 jam ke depan. Setelah 12 jam, saat gelombang dingin semakin menguat, jalur diperkirakan sistem ini akan lebih ke selatan.

Tags: Badai Tropis NokaenJMAJTWCLaut FilipinaPAGASA
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 92W Berada di Utara Timur Laut Jayapura

Next Post

Mikroplastik di Tubuh Ikan dan Sekitar Kita, Riset di Perairan Gorontalo dan Teluk Tomini

Postingan Terkait

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

6 September 2026
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

6 September 2026

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Next Post
12 Jenis Ikan Ekonomis yang Terkontaminasi Mikroplastik di Teluk Tomini Hidup di Dekat Pantai Hingga Terumbu Karang

Mikroplastik di Tubuh Ikan dan Sekitar Kita, Riset di Perairan Gorontalo dan Teluk Tomini

TERBARU

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

AmsiNews

REKOMENDASI

Anak Krakatau 79 Kali Gempa Erupsi

Ada 4 Jenis Babirusa, 1 Telah Punah

Nelayan Penangkap Rajungan Hilang Terseret Ombak Besar

Dinamika Atmosfer Regional Berpotensi Mendukung Pertumbuhan Awan Hujan

Bibit 93 W Bergerak ke Spratly, Potensi Medium Jadi Siklon Tropis

Ekosistem Mangrove yang Tersisa di Jakarta Hanya di SM Muara Angke

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.