Darilaut – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menghadiri peluncuran program studi (prodi) pendidikan dokter spesialis dan subspealis wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara.
Kegiatan ini berlangsung di Ballroom TC Damhil Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Selasa (3/3).
“Indonesia kekurangan dokter spesialis (baik) dari segi jumlah dan distribusi,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Khairul Munadi, saat peluncuran di Gorontalo.
“Ini sebuah tuntutan dari masyarakat yang coba dipenuhi utk meningkatkan layanan kesehatan.”
Prof. Khairul mengatakan dengan dibukanya prodi Pendidikan dokter spesialis ini salah satu bentuk penyelesaian isu kesehatan yang membutuhkan kepakaran di berbagai daerah di Indonesia.
Terutama dalam konteks layanan kesehatan, serta menindaklanjuti amanat presiden. Hingga saat ini telah dibuka 160 prodi termasuk di UNG dan Unsrat.
”Sejatinya sudah melampaui target yang disampaikan presiden,” ujarnya.

Mengenai pembiayaan pendidikan dokter, kata Prof. Khairul, aspek ini menjadi perhatian kita bersama. Namun, untuk ijin pembukaan prodi tidak ada biaya.
Menurut Prof. Khairul program pendidikan dokters spesialis adalah akselerasi di fakultas kedokteran.
Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok mengatakan sejauh ini program pendidikan dokter spesialis di Pulau Sulawesi hanya ada di Universitas Hasanuddin dan Universitas Sam Ratulangi.




