Darilaut – Gempa bumi tektonik pada Kamis, 2 April 2026 pukul 05.48 WIB, dengan pusat gempa berada di Laut Maluku sekira 132 km barat laut Ternate, Maluku Utara. Gempa ini berada di kedalaman 33 km.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa proses penyampaian informasi dan peringatan dini tsunami pascagempa bumi magnitudo (M) 7,6 telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
BMKG telah menjalankan tahapan peringatan dini tsunami secara cepat dan terukur sesuai SOP yang berlaku, kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi M 7,6 yang digelar di Ruang Command Center, Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (2/4).
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut berpotensi tsunami dengan status Siaga di wilayah Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dan sebagian Minahasa, serta status Waspada di Kepulauan Sangihe dan sekitarnya.
Faisal mengatakan perlu dipahami tentang garis waktu (timeline) Peringatan Dini Tsunami sesuai SOP.
Dalam waktu kurang dari 3 menit setelah gempa, BMKG harus memberikan peringatan pertama berupa parameter gempa, potensi tsunami, estimasi waktu tiba, dan tingkat ancaman apakah Awas, Siaga, Waspada.
Peringatan dini tahap kedua disampaikan dalam waktu kurang dari 10 menit, sementara pembaruan informasi tahap ketiga dilakukan pada menit ke-30 hingga 60.




