Darilaut – Fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) masih berada pada fase netral. Hal ini tercermin dari indeks NINO 3.4 sebesar -0.35 dan indeks SOI sebesar +2.1, sehingga belum memberikan dampak yang berarti terhadap peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Direktorat Meteorologi Publik BMKG mengatakan Dipole Mode Index (DMI) tercatat sebesar -0.14 dan juga berada pada fase netral, yang menandakan belum adanya suplai massa udara yang signifikan dari Samudra Hindia bagian timur Afrika ke wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian barat. Pengaruhnya terhadap pola curah hujan nasional masih relatif terbatas.
Sementara Monsun Australia terpantau semakin menguat dan diprakirakan tetap dominan dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi ini menyebabkan peningkatan aliran massa udara dari Australia menuju Indonesia yang umumnya bersifat lebih kering.
Sejalan dengan itu, hasil analisis BMKG, angin zonal menunjukkan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia, yang mengindikasikan bahwa beberapa daerah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Meski demikian, sejumlah dinamika atmosfer lainnya masih berperan dalam mendukung potensi hujan di beberapa wilayah Indonesia.




