Darilaut – Tim survei gabungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan survei makroseismik yang membuktikan tingkat guncangan terbesar mencapai skala VII MMI (Modified Mercalli Intensity) di Pulau Batang Dua, Maluku Utara.
Survei ini sesuai dengan peta guncangan (shakemap) yang diterbitkan BMKG.
Peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo (M)7,6 terjadi di Laut Maluku, pada Kamis (2/4) pagi. Gempa tersebut mengakibatkan tsunami kecil di beberapa wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Petugas di lapangan telah memverifikasi jejak rendaman tsunami setinggi 0,5 hingga 1,5 meter di wilayah Bitung, Pulau Lembeh, Minahasa Utara, dan Minahasa Tenggara, yang membuktikan akurasi Peringatan Dini Tsunami pada tingkat “Siaga” saat kejadian berlangsung.
Tim BMKG tersebut berasal dari Pusat, Balai Besar MKG Wilayah IV, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Tim saat ini masih terus memvalidasi dampak di lapangan.
Guna menjamin keamanan warga selama masa pemulihan, BMKG juga melaksanakan pengukuran mikrozonasi untuk memetakan kerentanan tanah terhadap potensi likuefaksi dan longsor.
Langkah ini berjalan beriringan dengan sosialisasi masif kepada masyarakat untuk menangkal informasi hoaks yang seringkali memicu kepanikan.




