Darilaut – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo Februari 2026, tercatat sebesar 121,85 atau naik 5,05 persen dibandingkan NTP Januari 2026 yang sebesar 115,99.
Dari 14 provinsi bagian timur Indonesia, enam provinsi mengalami kenaikan NTP dan delapan provinsi mengalami penurunan NTP.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo kenaikan NTP tertinggi pada Februari 2026 terjadi di Provinsi Gorontalo yaitu sebesar 5,05 persen. Penurunan NTP terdalam terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yaitu sebesar 3,75 persen.
Kenaikan NTP ini dipengaruhi oleh naiknya indeks harga hasil produksi pertanian yang diterima petani (It) yang lebih cepat dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikeluarkan petani (Ib).
Dalam berita resmi Statistik No. 18/03/75/Th. XX, 2 Maret 2026, kenaikan NTP Februari 2026 terjadi pada subsektor tanaman hortikultura sebesar 79,78 persen, subsektor peternakan sebesar 0,43 persen, dan subsektor perikanan sebesar 3,06 persen.
Sebaliknya, penurunan NTP Februari terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 3,17 dan subsektor perkebunan rakyat sebesar 0,82 persen.
Pada Februari 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Provinsi Gorontalo sebesar 1,98 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,07 persen.




