Darilaut – Gempa bumi dahsyat di Mindanao, Filipina Selatan, pada Senin (8/6) pagi, pada hari pertama tahun ajaran baru bagi jutaan siswa di seluruh Mindanao.
Jutaan anak kembali ke sekolah setelah liburan musim panas saat peristiwa gempa bumi ini terjadi di lepas pantai Sarangani.
Melansir UN News, lebih dari 3,2 juta siswa telah terdampak. Kelas ditangguhkan di lebih dari 6.200 sekolah negeri dan swasta sambil menunggu inspeksi keselamatan dan penilaian struktural.
Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) mengatakan pihaknya sangat prihatin tentang dampak pada anak-anak.
Laporan awal menunjukkan adanya cedera di antara beberapa siswa dan kerusakan pada gedung sekolah dan fasilitas umum.
“Keselamatan siswa dan guru harus tetap menjadi prioritas utama,” kata UNICEF, menambahkan bahwa mereka telah menyiapkan pasokan darurat dan bantuan tunai untuk segera dikerahkan.
Mitra kemanusiaan memperingatkan bahwa dampak psikologis pada anak-anak bisa signifikan akibat gempa utama dan gempa susulan berikutnya.
Melansir Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) Kantor Polisi Regional di Bicol (PRO-5) telah menerapkan peningkatan langkah-langkah keamanan untuk memastikan pembukaan Tahun Ajaran 2026-2027 yang aman, tertib, dan damai bagi siswa, guru, dan personel pada hari Senin.




