Darilaut – Konvensi Barcelona pada 1976 menandai keberhasilan pertama dari Program Laut Regional. Lebih dari 145 negara berpartisipasi dalam perjanjian laut regional, yang mencakup 18 perairan, dari Teluk Arab hingga Laut Karibia.
Pada awal tahun 1970-an, perjalanan ke pantai Napoli, Italia, seperti mempertaruhkan nasib.
Melansir Unep.org, perairan pesisir kota itu begitu tercemar oleh limbah dan sampah industri, sehingga pada suatu musim panas hampir 20 persen wisatawan Belgia dan Prancis mengaku tertular penyakit menular setelah berenang.
Sementara situasi di Napoli menjadi berita utama, bencana lingkungan serupa terjadi di seluruh Laut Mediterania pada awal tahun 1970-an. Kombinasi industrialisasi yang cepat, pertumbuhan penduduk yang pesat, dan hukum lingkungan yang longgar telah mengubah laut menjadi salah satu perairan paling tercemar di dunia.
Pada tahun 1974, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) mengumpulkan hampir dua lusin negara untuk merancang rencana penyelamatan Mediterania. Pekerjaan ini dimungkinkan berkat kontribusi kepada Dana Lingkungan (Environment Fund), sumber utama pembiayaan fleksibel UNEP, yang telah didirikan setahun sebelumnya.
Hasil dari pembicaraan tersebut adalah Konvensi Barcelona, sebuah pakta tahun 1976 yang menetapkan batasan ketat terhadap polusi di laut. Kesepakatan tersebut merayakan ulang tahun ke-50-nya awal tahun ini.




