Darilaut –Dalam sepekan terakhir, ribuan hektare hutan dan lahan yang terbakar di Pulau Kalimantan yang tesebar di sejumlah wilayah.
Berdasarkan aplikasi Zoom.earth, areal yang terbakar dan sebaran secara umum ada sembilan titik dengan kode masing-masing GDACS 1030312 Fire 6.020 ha, GDACS 1030418 Fire 5.277 ha, GDACS 1030313 Fire 6.720 ha dan GDACS 1030303 Fire seluas 7.985 ha.
Kemudian, GDACS 1030532 Fire 6.172 ha, GDACS 1030660 Fire 9.125 ha, GDACS 1030791 Fire 6.059 ha, GDACS 1030460 Fire 10.972 ha dan GDACS 1030809 Fire 7.573 ha.
Selain itu, terdapat kebakaran hutan di Papua Selatan dengan kode GDACS 1030610 Fire 6.480 ha dan GDACS 1030705 5.469.
GDACS fire (kebakaran hutan) pada sistem GDACS (Global Disaster Alert and Coordination System) adalah fitur pemantauan dan peringatan dini global yang mendeteksi serta menilai dampak kebakaran hutan atau lahan besar di seluruh dunia. Sistem ini merupakan kerja sama antara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Komisi Eropa.
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai perkembangan terkini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdapat titik panas (hotspot) per 19 Agustus 2026, di empat provinsi prioritas. Hotspot signifikan berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua Selatan, dan Kalimantan Timur.




