Darilaut – Titik api dan kebakaran di musim kemarau ditambah dengan peristiwa El Niño yang telah mencapai intensitas sangat kuat terus meluas di sejumlah wilayah di Indonesia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Hindari pembakaran lahan dengan cara membakar, jangan membuang puntung rokok sembarangan di area hutan dan lahan kering, serta segera laporkan kepada petugas apabila melihat titik api, kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D.
Pemerintah daerah diminta untuk mengaktifkan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan, menyiapkan sumber air, serta melakukan patroli rutin di wilayah rawan.
BNPB mencatat dalam sepekan terakhir kebakaran hutan dan lahan ini terjadi di berbagai daerah di Pulau Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Jawa Timur dan Jawa Tengah.
BNPB mengatakan sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan masih menjadi perhatian pemerintah di tengah periode musim kemarau.
Berdasarkan data pemantauan terbaru dari Satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8), sebaran hotspot di wilayah Kalimantan sebanyak 1.487 hotspot.




