Kamis, September 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tubuh Gunung Anak Krakatau Berubah Drastis Setelah Runtuh 2018

redaksi
23 September 2026
Kategori : Berita
0
Tubuh Gunung Anak Krakatau Berubah Drastis Setelah Runtuh 2018

Kondisi Gunung Anak Krakatau pada tahun 2013 sebelum runtuh pada 2018. GAMBAR: BRIN

Darilaut – Perjalanan pertumbuhan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami perubahan besar pada 22 Desember 2018. Sektor barat daya Anak Krakatau runtuh ke laut dengan volume material sekitar 0,116 kilometer kubik.

Peristiwa tersebut menghilangkan sebagian besar tubuh gunung yang berada di atas permukaan laut, menurunkan ketinggian puncak dari sekitar 330 meter menjadi 120 meter, serta memicu tsunami di Selat Sunda.

Keruntuhan tidak hanya mengubah bentuk fisik Anak Krakatau. Sistem erupsinya juga mengalami perubahan. Hilangnya sebagian besar tubuh gunung secara tiba-tiba mengurangi tekanan pada saluran magma, sementara air laut masuk ke kawah yang terbuka.

Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas berubah cepat dari erupsi Strombolian menjadi Surtseyan yang lebih eksplosif. Interaksi kembali antara magma dan air laut juga membentuk ulang morfologi kawah Anak Krakatau.

“Perbandingan morfologi sebelum dan setelah runtuhan 2018 menunjukkan perubahan yang sangat besar,” kata Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Dini Nurfiani, Senin (21/9).

Bentuk kerucut yang sebelumnya relatif tinggi berubah menjadi morfologi yang lebih rendah dan terbuka, kemudian secara bertahap dibangun kembali oleh aktivitas erupsi berikutnya.”

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terpantau dari pesawat Grand Caravan Susi Air pada Minggu 23 Desember 2018. FOTO: SUSI AIR

Sejak 2019, Anak Krakatau memasuki fase yang disebut sebagai rekonstruksi dan pertumbuhan kembali. Aktivitas berkembang dari erupsi yang masih dipengaruhi interaksi air menuju erupsi Strombolian, lava fountain, dan aliran lava.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Aditya PratamaBRINDini NurfianiGunung Anak KrakatauSelat Sunda
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Sejarah Erupsi Anak Krakatau: Runtuh 2018, Tumbuh Kembali Hingga 2026

Next Post

Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Tidak Simetris

Postingan Terkait

Tropical Storm Surigae to Strengthen in the Philippine Sea

Tropical Storm Surigae to Strengthen in the Philippine Sea

24 September 2026
Badai Tropis Surigae Terbentuk di Laut Filipina

Badai Tropis Surigae Terbentuk di Laut Filipina

24 September 2026

UNG Kandidat PTN BH

Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Level II Waspada

Ada Penambahan Daratan Gunung Anak Krakatau Seluas 32.8 Hektare

UNG Bahas Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Unhas

Analisis Kesehatan WHO-WMO Menghadapi El Niño: Panas Ekstrem dan Curah Hujan Meningkatkan Penyebaran Penyakit

Bertindak Menghadapi Risiko Kesehatan Akibat El Niño: Panas Ekstrem, Banjir dan Kekeringan Parah

Next Post
Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Tidak Simetris

Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Tidak Simetris

TERBARU

Tropical Storm Surigae to Strengthen in the Philippine Sea

Badai Tropis Surigae Terbentuk di Laut Filipina

UNG Kandidat PTN BH

Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Level II Waspada

Ada Penambahan Daratan Gunung Anak Krakatau Seluas 32.8 Hektare

UNG Bahas Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Unhas

AmsiNews

REKOMENDASI

Memahami Peristiwa Bencana di Indonesia

Salah Satu Wisman Korban Kapal Hilang di Teluk Tomini Seharusnya Berangkat Siang Ini Dari Gorontalo ke Manado

Kondisi Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

Ada 200 Ribu Hektare Lahan Kritis di Gorontalo

Indonesia Pengguna Satelit Terbesar

Petugas Menyita Benih Lobster di Bandara Soekarno Hatta

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.