Jakarta – Tim mahasiswa Universitas Brawijaya menciptakan sistem pendataan penyu berbasis aplikasi yang diberi nama i–LENUK. Aplikasi i-LENUK ini sudah tersedia dan dapat diunduh melalui Google Playstore.
Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mendata penyu mulai dari jumlah telur hingga jumlah indukan penyu.
Aplikasi dibuat berdasarkan permasalahan yang sering dihadapi Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) di Pantai Taman Kili Kili. Di lokasi ini Pokmaswas memiliki kecenderungan sulit dalam melakukan proses pencatatan dalam pendataan penyu.
Ini karena proses pencatatan oleh Pokmaswas hanya dilakukan secara manual dan masih belum tertata, sehingga proses pendataan tidak efisien. Permasalahan lain adalah kurangnya sumber daya manusia yang menyebabkan pengawasan tidak dapat dilakukan secara kontinu.
Tim yang menciptakan aplikasi ini kolaborasi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Brawijaya. Masing-masing Ahmad Kurniawan (AP FPIK 2016), Neneng Nurlaila (AP FPIK 2016), Muhammad Zaini Rahman (FILKOM 2016), Azizah Nurul Asri (FILKOM 2016) dan Abdullah Harits (FILKOM 2017).
Tim telah lolos pendanaan DIKTI pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dibawah bimbingan dosen Arief Darmawan MSc.
Dalam penerapannya, program i-LENUK mendapat dukungan dan sambutan baik perangkat Desa Wonocoyo. Program i-LENUK dilakukan dalam beberapa tahapan. Seperti sosialisasi tahap 1 dan sosialisasi tahap 2 program i-LENUK.





Komentar tentang post