Sabtu, Oktober 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pembudidaya Rumput Laut di Nunukan, Hati-hati Lewati Batas Perairan Malaysia

redaksi
13 Juli 2019
Kategori : Berita, Laporan Khusus
0
Pembudidaya Rumput Laut di Nunukan, Hati-hati Lewati Batas Perairan Malaysia

Proses pengeringan hasil budidaya rumput laut di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. FOTO: DARILAUT.ID

NELAYAN dan pembudidaya rumput laut di Pulau Sebatik dan Nunukan, Kalimantan Utara, diingatkan untuk lebih berhati-hati. Lokasi budidaya rumput laut ini harus ditata agar tidak melewati batas perairan Malaysia.

“Hati-hati, jangan sampai melebihi batas di perairan Malaysia,” kata Konsulat RI di Tawau, Septiani dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Efektivitas Pelayanan Kepelabuhanan dan Evaluasi Operasional Pelabuhan Perikanan” SKPT Sebatik, awal Juli lalu.

Kegiatan FGD ini diselenggarakan Direktorat Jenderal perikanan Tangkap-Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Septiani mengingatkan soal ini karena di laut, batas antara Indonesia dan Malaysia tidak kelihatan. Bila melewati batas, dianggap sudah bekerja di Malaysia. Untuk bekerja di wilayah Malaysia harus memiliki dokumen resmi.

Pada Januari 2019, sejumlah pembudidaya rumput laut Nunukan ditangkap petugas Malaysia karena telah melewati batas perairan Malaysia. Setelah melalui proses dengan pelanggaran melewati batas wilayah perairan Malaysia, puluhan pembudidaya rumput laut ini dipulangkan ke Nunukan.

Menurut Septiani, terkait dengan batas wilayah akan dilakukan pengukuran ulang antara Indonesia dan Malaysia.

Septiani mengatakan, Sabah Malaysia, juga sedang membuka investasi pengolahan rumput laut. Malaysia sangat peduli dengan setiap komoditi perikanan yang masuk melalui Tawau. Sejauh ini, tidak ada masalah komoditi perikanan dari Sebatik ke Tawau.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: KKPPerbatasan Indonesia - MalaysiaRumput LautSKPT Sebatik
Bagikan59Tweet8KirimKirim
Previous Post

Indonesia – Malaysia Bahas Penangkapan Kapal Ikan

Next Post

Di Sektor Timur Laut Natuna, 6 Kapal Ikan Vietnam Dihalau dari Perairan Indonesia

Postingan Terkait

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

24 Oktober 2026
Sabtu Dinihari Gerhana Bulan Penumbra, Selama 3 Jam 18 Menit

Waspada Bulan Purnama Hunter’s Moon Tanggal 26 Oktober

24 Oktober 2026

Topan Champi Terletak di Dekat Taipei

Potensi Hujan Tidak Merata

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Next Post
Di Sektor Timur Laut Natuna, 6 Kapal Ikan Vietnam Dihalau dari Perairan Indonesia

Di Sektor Timur Laut Natuna, 6 Kapal Ikan Vietnam Dihalau dari Perairan Indonesia

Komentar tentang post

TERBARU

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Waspada Bulan Purnama Hunter’s Moon Tanggal 26 Oktober

Topan Champi Terletak di Dekat Taipei

Potensi Hujan Tidak Merata

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Kongres IUCN Ditutup dengan Seruan Pemulihan Pascapandemi Berbasis Alam

Data BMKG Menunjukkan Adanya Lonjakan Konsentrasi Gas Rumah Kaca

Kepiting Orang Utan di Molotabu

Amnesia Kepahlawanan

2018, Produksi Perikanan Tangkap 7.2 Juta Ton

Mendarat di Bangladesh Badai Sitrang Menewaskan 9 Orang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.