Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

1,1 Miliar Anak Menghadapi Tiga Bahaya Iklim

redaksi
21 Juni 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Krisis Iklim: Pemanasan Global Mengubah Wajah Planet Bumi

Krisis Iklim. GAMBAR: UNEP

Darilaut – Tiga ancaman iklim yang saling tumpang tindih memengaruhi hampir separuh anak-anak di dunia. Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) menyebutkan sekitar 1,1 miliar anak sekarang menghadapi tiga bahaya iklim yang saling tumpang tindih.

Kondisi ini, menurut Laporan Risiko Iklim Anak 2026 yang dirilis UNICEF, mengancam kesehatan, pendidikan, dan kelangsungan hidup mereka.

UNICEF memperingatkan kekeringan, panas ekstrem, dan gelombang panas adalah tiga bahaya paling umum yang membahayakan jutaan anak di seluruh dunia.

“Kehidupan anak-anak terus terganggu oleh dampak gelombang panas, kebakaran hutan, kekeringan, dan banjir,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell, seperti dikutip dari UN News.

“Separuh anak-anak di dunia sekarang hidup dengan setidaknya tiga ancaman iklim yang saling tumpang tindih yang membentuk kehidupan sehari-hari mereka.”

Ancaman Tumpang Tindih

Untuk pertama kalinya, laporan tersebut mengungkapkan secara tepat bagaimana ancaman iklim yang intens, beragam, dan saling tumpang tindih memengaruhi anak-anak dan layanan sosial penting yang mereka andalkan, serta bagaimana pemerintah dapat mengambil tindakan konkret untuk meresponsnya.

Hampir setiap anak di dunia menghadapi setidaknya satu bahaya iklim, sementara lebih dari empat juta anak dapat menghadapi hingga enam ancaman yang tumpang tindih, demikian peringatan laporan tersebut.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Gelombang PanasKekeringanKrisis IklimMalariaPanas EkstremUNICEF
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

949 Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Next Post

Prodi Psikologi UNG Sidang Skripsi dan Yudisium Perdana

Postingan Terkait

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

5 November 2026

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Next Post
Prodi Psikologi UNG Sidang Skripsi dan Yudisium Perdana

Prodi Psikologi UNG Sidang Skripsi dan Yudisium Perdana

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Tahun 1988 Harga Tuna Sirip Kuning Rp 600 Per Kilogram, Kini Rp 58 Ribu

Menteri Susi: Kita Tidak Mau Omong-omong Saja

Media Digital Masuk dalam Industri Kreatif KBLI 58120

Pencarian Korban KM Santika Nusantara Melalui Udara

Hari Konservasi, Ada yang Tanam Lamun, Mangrove dan Bersihkan Sampah

Paus Biru Kembali Melintas di Perairan Botubarani Gorontalo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.