Balai Besar KSDA Jawa Timur kemudian melakukan translokasi satwa dan diterima oleh Tim WRU Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan sebanyak 149 ekor kura-kura batok di Bandara Sultan Hasanuddin, Selasa (19/7).
Satwa ini dikirim melalui jalur udara menggunakan cargo pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 354.
Proses translokasi dilengkapi dokumen SAT-DN, serta sertifikat kesehatan satwa sebagai dokumen perjalanan satwa tersebut.
Dari hasil pemeriksaan dan pengecekan kesehatan satwa selama dua hari di kandang transit Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan oleh Tim Medis Dokter Hewan, kura-kura batok dengan jumlah 149 ekor dalam kondisi sehat dan dapat dilepasliarkan di alam.
Lokasi pelepasliaran habitat kura-kura batok sesuai dengan hasil Studi Habitat dan Populasi Cuora amboinensis di Kecamatan Tompobulu.
Kura-kura batok disebut juga sebagai kura-kura kotak Wallacea atau juga kura-kura batok Sulawesi. Satwa ini memiliki ciri utama berupa tiga garis kuning yang terletak antara bagian leher sampai hidung pada kedua sisi kepalanya.
Tercatat, Indonesia adalah pemasok utama beberapa spesies satwa untuk bahan yang digunakan sebagai pengobatan tradisional Cina (traditional Chinese medicine) dan pasar hewan peliharaan.





Komentar tentang post