Kamis, Juli 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

182 Hari Berturut di Tahun 2025 Hiu Paus Muncul di Perairan Botubarani, Gorontalo

redaksi
1 Juli 2025
Kategori : Berita
0
182 Hari Berturut di Tahun 2025 Hiu Paus Muncul di Perairan Botubarani, Gorontalo

Interaksi pengunjung dengan hiu paus dengan menggunakan perahu transparan. FOTO-FOTO: IRSON LATIEF

Darilaut – Sejak tanggal 1 Januari hingga 1 Juli 2025, hiu paus (Rhincodon typus) muncul setiap hari di perairan Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Teluk Tomini.

Selama 182 hari secara berturut ikan hiu paus tersebut hadir dengan individu yang berbeda.

“Paling banyak tujuh individu di bulan Juni,” kata Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) Botubarani, Olis Latief, pada Selasa (1/7).

Jumlah tujuh individu hiu paus (whale shark) tercatat pada pertengahan Juni, tanggal 13.

Berdasarkan kalender monitoring hiu paus di perairan Botubarani, tahun 2025 ini kehadiran hiu paus tak pernah sehari pun menghilang atau secara bergantian ke perairan Botubarani.

Pilot penerbangan pesawat tanpa awak (drone) Irson Latief, warga Botubarani. FOTO: DARILAUT.ID

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Minat Khusus Hiu Paus Desa Botubarani, Wahab Matoka, mengatakan keberadaan hiu paus ini mempengaruhi jumlah pengunjung di perairan Botubarani.

Adakalanya, kata Wahab, meski ada hiu paus di perairan Botubarani, tidak muncul ke permukaan karena kondisi perairan, seperti kabur setelah hujan atau berombak dan arus yang kuat.

Dalam kondisi demikian, meski ada pengunjung, tidak diperkenankan untuk turun dengan berperahu.

Perahu Transparan

Adanya perahu transparan saat ini sangat berpengaruh terhadap jumlah pengunjung wisata hiu paus.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BotubaranigorontaloHiu PausPerahu TransparanRhincodon typusteluk tomini
Bagikan11Tweet3KirimKirim
Previous Post

UNG Bersiap Mengikuti Anugerah Humas dan Protokol Kemdiktisaintek Tahun 2025

Next Post

50 Tahun CITES Telah Mengatur Perdagangan Lebih Dari 40.000 Spesies

Postingan Terkait

Pembangunan Dermaga Tambang Nikel di Morowali Tanpa Izin Pemanfaatan Ruang Laut

Mineral Kritis: Dari Litium di Argentina, Kobal di Kongo Hingga Nikel di Indonesia

23 Juli 2026
Republik Demokratik Kongo Penghasil 70 Persen Kobal Dunia

Republik Demokratik Kongo Penghasil 70 Persen Kobal Dunia

23 Juli 2026

47 Mineral Kritis Indonesia, Apa Saja?

Sekjen PBB, Permintaan Mineral Kritis Meningkat di Pasar Global

Badan Geologi Identifikasi Sebaran 47 Komoditas Mineral Kritis

Dewan Keamanan PBB Bahas Mineral Kritis, Khawatir Dikendalikan Kelompok Bersenjata dan Ilegal

AMSI Dukung Revisi UU Hak Cipta untuk Perbaiki Relasi Tidak Adil antara Platform AI dan Penerbit Berita

Perubahan Iklim Tantangan Terbesar Restorasi Terumbu Karang

Next Post
50 Tahun CITES Telah Mengatur Perdagangan Lebih Dari 40.000 Spesies

50 Tahun CITES Telah Mengatur Perdagangan Lebih Dari 40.000 Spesies

TERBARU

Mineral Kritis: Dari Litium di Argentina, Kobal di Kongo Hingga Nikel di Indonesia

Republik Demokratik Kongo Penghasil 70 Persen Kobal Dunia

47 Mineral Kritis Indonesia, Apa Saja?

Sekjen PBB, Permintaan Mineral Kritis Meningkat di Pasar Global

Badan Geologi Identifikasi Sebaran 47 Komoditas Mineral Kritis

Dewan Keamanan PBB Bahas Mineral Kritis, Khawatir Dikendalikan Kelompok Bersenjata dan Ilegal

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Siklon Ditwah Mendarat di Sri Lanka

Siklon Tropis Mitchell  Mendarat di Wilayah Gascoyne Australia Barat

Survei Kelautan Pencarian Kapal MV Nur Allya di Laut Halmahera

Bibit Siklon Tropis 94W Dapat Meningkatkan Awan Hujan dan Kecepatan Angin

Penggunaan Lahan dan Konversi Habitat Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Bagaimana Plastik dan Koin Masuk di Pencernaan Hiu Paus?

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.