Komando Penjaga Perbatasan, pada Senin (17/7) pagi telah mengumumkan bagi kapal untuk tidak beroperasi.
Ribuan kapal dan lebih dari 226.000 orang telah diberitahu tentang pergerakan dan arah badai. Sekarang, tidak ada kapal yang dilaporkan beroperasi di daerah berbahaya.
Provinsi Quang Ninh, Thai Binh, dan Nam Dinh telah melarang kapal beroperasi di laut sejak Senin siang, sementara Hai Phong akan memulai larangan Senin malam.
Selain itu, penerbangan setempat dijadwal ulang setelah Selasa pukul 20.00 atau Rabu (19/7).
Topan Talim melemah menjadi Badai Tropis Parah, Selasa (18/7) pagi, setelah mendarat di dekat Zhanjiang, Provinsi Guangdong, Senin (17/7) malam.
Talim terus bergerak barat-barat laut, melintasi pesisir Teluk Tonkin (Beibu Wan) kemudian mendarat lagi di dekat Tieshangang.
Selasa pagi, Talim sudah berada di dekat Kota Qinzhou, Provinsi Guangxi, yang berada di Teluk Tonkin, berbatasan dengan Vietnam.
Meski demikian, Talim masih memberikan dampak seperti hujan deras dan badai petir di pantai Guangdong hari ini.
Masih akan terjadi hujan di pantai Guangdong hingga pertengahan pekan ini. Angin lokal akan tetap kuat di lepas pantai dan di dataran tinggi.
Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), mengatakan, selama enam jam terakhir, Talim terletak 376 km sebelah timur Hanoi, Vietnam, dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan 24 km per jam (13 knot).





Komentar tentang post