Ketua pramuka dunia mengeluarkan pernyataan tentang keadaan acara tersebut, mengatakan jambore menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pertama kalinya dalam 100 tahun sejarahnya.
“Ini adalah pertama kalinya dalam lebih dari 100 tahun Jambore Pramuka Dunia kita harus menghadapi tantangan yang begitu rumit,” kata sekretaris jenderal Organisasi Gerakan Pramuka Dunia, Ahmad Alhendawi.
Alhendawi mengatakan peristiwa besar itu adalah gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sekarang topan. Tetapi, kata Alhendawi, Pramuka telah menunjukkan “ketahanan, tekad, dan kepemimpinan sejati dalam menghadapi kesulitan.”
Sedianya pelaksanaan Organisasi Gerakan Pramuka Dunia (World Scout Jamboree) berlangsung dari tanggal 1 hingga 12 Agustus 2023.
Lebih dari 43 ribu peserta Jambore Pramuka Dunia ke-25 di Saemangeum. Sebelumnya, suhu panas telah mendera sejumlah peserta dari berbagai negara.
Kini Topan Khanun sudah mendekati Korea Selatan membuat pemerintah memindahkan lokasi perkemahan peserta yang tersebar di sejumlah wilayah.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), selama 6 jam terakhir Khanun terletak 480 km selatan-tenggara Sasebo, Jepang, dan telah bergerak ke utara-barat laut dengan kecepatan 7 km per jam (4 knot).





Komentar tentang post