Melalui Arlindo terjadi rute pertukaran gen antara organisme tropis di Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik yang terus berlangsung hingga saat ini.
Arlindo merupakan aliran arus antarsamudra yang melewati Indonesia dan memiliki peranan yang penting dalam system sirkulasi massa air yaitu menyuplai massa air ke Samudra Hindia.
Gordon (2005) melaporkan perairan Maluku Utara dilewati arus termoklin Pasifik selatan dan termoklin Pasifik utara. Pembentukan arus ini akan membantu ikan khususnya tuna dalam beruaya dan bertemu antarpopulasi.
Ikan tuna merupakan spesies pelagis yang beruaya jauh. Menyebar secara luas dan beruaya mengikuti pola arus perairan.
Hal ini memberikan peluang ikan bertemu dengan populasi yang lain di perairan. Arus laut ini dapat memengaruhi persebaran populasi dan struktur genetik ikan.
Penelitian filogenetik ikan tuna telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Seperti Chow & Kishino (1995), Finnerty & Block (1995), Elliott & Ward (1995), Bremer et al. (1997), Chow et al. (2003) yang melihat hubungan filogenetik diantara spesies tuna dengan menggunakan genom mitokondria dan nuclear.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat di antara spesies tuna dan terjadi pengelompokan yang berbeda antarspesies.





Komentar tentang post