Kepala B2P2TOOT, Akhmad Saikhu, mengatakan, B2P2TOOT memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan. Harapan kami kolaborasi dan koordinasi di bidang litbang kesehatan dapat diwujudkan ke depannya.
Peneliti bidang kepakaran obat dan obat tradisional, Yuli Widiyastuti, mengatakan, apa yang sudah dilaksanakan oleh unit kerja ini sebagai bestline untuk meningkatkan kinerja riset selanjutnya di komunitas BRIN.
Tidak hanya sebagai bestline di BRIN nantinya, menurut Yuli, sebagai bagian dari riset kesehatan mereka juga memiliki tujuan utama yakni output yang diperoleh harus memiliki implikasi kepada pembangunan kesehatan.
“Untuk itu, dibutuhkan dukungan kolaborasi yang sinergis termasuk dengan Kementerian Kesehatan RI secara umum,” ujarnya.
Sejak tahun 2010, B2P2TOOT memprioritaskan pada Saintifikasi JAMU, dari hulu ke hilir, mulai dari riset etnofarmatologi tumbuhan obat dan JAMU. Salah satu hasil penelitian B2P2TOOT adalah pengembangan Artemisia sebagai bahan obat anti malaria.





Komentar tentang post