“Ini ikhtiar BMKG untuk menjaga bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman Gempa Bumi dan Tsunami. Semoga masyarakat Indonesia semakin sadar dan juga tangguh dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Bambang Prayitno mengatakan frekuensi gempa bumi di Indonesia setiap tahun cenderung terus meningkat. Jika dalam kurun waktu 2008-2016 rata-rata terjadi sebanyak 5.000-6.000 kali dalam setahun, maka di tahun 2017, jumlahnya meningkat menjadi 7.169 kali.
Angka tersebut kemudian naik kembali di tahun 2019 menjadi lebih dari 11.500 kali. Dalam hal bencana tsunami, selama periode tahun 1600 – Oktober 2021, telah terjadi 246 kali tsunami di Indonesia.
Ke depan, menurut Bambang, BMKG akan terus berusaha dan berupaya untuk menambah sensor yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sehingga dengan semakin rapatnya jaringan sensor tersebut dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan, juga akurasi perhitungan magnitudo gempabumi.





Komentar tentang post