Kedua, Masker Bersentuhan dengan Bagian Tubuh atau Barang Lain
Virus corona bisa menempel di berbagai permukaan. Virus ini bisa menempel pada pakaian, wajah, atau bagian tubuh lain. Ketika masker yang hendak kamu gunakan bersentuhan dengan benda tersebut, maka bisa menimbulkan masalah.
Ketua departemen pelayanan kesehatan darurat di University of Maryland, Baltimore County, Lucy Wilson mengatakan, kontaminasi bisa terjadi jika bagian dalam topeng menyentuh bagian lain dari tubuh yang terkontaminasi oleh virus, seperti rambut, dahi, dagu, leher, tangan, pakaian lain, dan kemudian bagian dalam masker dikembalikan ke daerah hidung dan mulut.
Di dalam mulut dan hidung ada adalah selaput lendir yang rentan, dan infeksi dapat terjadi. Jangan biarkan masker bersandar di leher saat tidak berada di tempat umum. Perlu berhati-hati saat hendak melepaskannya. Alih-alih menyentuh bagian depan masker, lepaskan masker dengan memegang ikatan yang ada di telinga. Pastikan juga untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah memakai masker wajah.
Ketiga, Masker Terlalu Longgar
Ketika dikenakan dengan benar, respirator N95 yang digunakan dokter sangat cocok untuk wajah. Tetapi jika kamu menggunakan masker bedah atau masker kain buatan sendiri, mungkin membiarkan sisi-sisinya mengendur atau longgar. Kamu tidak boleh menggunakan masker dengan cara ini.





Komentar tentang post