Darilaut – Data sementara korban meninggal dunia karena cuaca ekstrem di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) sebanyak 86 orang dan hilang 79 orang.
Bencana cuaca ekstrem berupa hujan lebat memicu banjir dan longsor di 13 kabupaten dan kota mengakibatkan korban meninggal dunia 86 orang.
Penanganan darurat dengan prioritas pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan pemerintah daerah.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, jumlah korban meninggal dunia hingga 28 November 2025, pukul 20.00 WIB sebanyak 74 orang.
Sementara di Kota Padang Panjang 6 jiwa, Kota Padang 5 jiwa, Kabupaten Pasaman Barat 1 orang. Korban hilang di Kabupaten Agam 78 orang hilang dan Kabupaten Pesisir Selatan 1 orang.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk korban mengungsi di wilayah-wilayah terkena bencana sebanyak 69.239 orang dan terdampak 45.733 orang.
Berikut rincian data korban terdampak dan mengungsi di sejumlah kabupaten dan kota. Kota Padang, warga mengungsi 18.208 orang. Kabupaten Padang Pariaman mengungsi 3.208 orang, terdampak 10.437 orang. Kabupaten Agam, warga mengungsi 694 orang. Kabupaten Pasaman, warga mengungsi 22 orang.
Kabupaten Solok, warga mengungsi 14 orang dan terdampak 100 orang. Kabupaten Tanah datar, warga mengungsi 85 jiwa dan terdampak 65 jiwa. Kabupaten Pesisir Selatan, warga terdampak 47.170 orang. Kota Solok, warga terdampak 3.363 orang. Kabupaten Pasaman Barat, warga terdampak 2.905 orang. Kabupaten Limapuluh Kota, warga terdampak 283 orang. Kota Pariaman, warga terdampak 675 orang. Kabupaten Kepulauan Mentawai, warga terdampak 249 orang. Kota Bukit Tinggi, warga terdampak 68 orang.




