Rabu, September 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

ABK Asal Lampung Meninggal di Kapal China

redaksi
9 Juli 2020
Kategori : Berita
0
Hari Pelaut Sedunia di Tengah Pandemi Covid-19

Ilustrasi kapal. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Seorang awak kapal perikanan Indonesia yang bekerja di kapal ikan bendera China dilaporkan meninggal dunia.

Anak Buah Kapal (ABK) asal Provinsi Lampung bernama Yadi tersebut, bekerja di kapal China LU QIAN YUAN YU 117 dan kemudian dipindahkan ke kapal LU QIAN YUAN YU 118 bersamaan dengan proses transfer cumi hasil tangkapan.

Fisher Centre SAFE Seas Bitung pada rabu, 8/7/2020 telah menerima pengaduan atas kasus ini. Pengaduan yang disampaikan, korban meninggal akibat sakit karena selama di kapal sering mendapat perlakukan tidak manusiawi dari kapten kapal.

Pengelola Fisher Centre Bitung, dan juga manajer lapangan SAFE Seas DFW Indonesia, Laode Hardiani mengatakan, selama bekerja di kapal LU QIAN YUAN YU 118, ABK Indonesia mengalami kekerasan fisik, makanan tidak terjamin dan sakit tetap dipaksa bekerja.

“Walaupun sudah banyak korban, perlakuan yang diterima oleh ABK Indonesia di kapal China tidak berubah” kata Laode Hardiani, Rabu (8/7).

Yadi meninggal akibat pemukulan dari kapten, tendangan yang mengenai dada korban. Setelah pemukulan itu Yadi langsung jatuh sakit. Ironisnya lagi pada saat sakit, Yadi tidak diberi makan, ketika kondisi sudah kritis baru diberi roti dan susu.

Yadi meninggal pada saat kapal melakukan operasi penangkapan cumi di perairan Argentina sekitar 2 minggu lalu.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Anak Buah KapalChinaDFW-IndonesiaperbudakanPerlindungan awak kapal perikanan
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Nutrisi untuk Cegah Stunting Harus Jadi Perhatian

Next Post

Banyak Nama Lokal Hiu Berjalan Halmahera

Postingan Terkait

5 Jurnalis, Pemandu bersama Kapten Kapal dan ABK yang Hilang di Selat Sunda Masih Dalam Pencarian

Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

16 September 2026
Tim SAR Temukan Bangkai KMP Virgo Transport 8  Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 113 Orang Telah Dievakuasi

Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners KMP Virgo Transport 8, 129 Orang Masih Dalam Pencarian

16 September 2026

Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM, Mendiktisaintek: Kemudahan Akses Informasi Harus Diimbangi Kemampuan Berpikir Kritis

Guncangan Maksimum Gempa Laut Flores M 7,7 Capai Skala VII MMI

Gempa Flores Memasuki Fase Peluruhan, Tercatat 15.722 Susulan

Hasil Survei Tsunami Gempa Laut Flores M 7,7 NTT Tertinggi Capai 2,68 Meter

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Mengandung Partikel PM2,5

Yayasan Bumi Tangguh Salurkan Masker Bagi Masyarakat Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Next Post
Banyak Nama Lokal Hiu Berjalan Halmahera

Banyak Nama Lokal Hiu Berjalan Halmahera

Komentar tentang post

TERBARU

Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners KMP Virgo Transport 8, 129 Orang Masih Dalam Pencarian

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM, Mendiktisaintek: Kemudahan Akses Informasi Harus Diimbangi Kemampuan Berpikir Kritis

Guncangan Maksimum Gempa Laut Flores M 7,7 Capai Skala VII MMI

Gempa Flores Memasuki Fase Peluruhan, Tercatat 15.722 Susulan

AmsiNews

REKOMENDASI

Balai Taman Nasional Identifikasi Paus Bungkuk Melintas di Perairan Komodo

Konservasi Penyu Lekang di Pantai Marekisi Jayapura

Berbagai Negara di Laut China Selatan Bahas Perubahan Iklim dan Sampah

Tempat Liburan Pantai di Maldives Terhenti Beroperasi, Ratusan Pekerja Indonesia Direpatriasi

Bibit Siklon Tropis 99W Berada di Utara Papua

Bangkai Paus Ditemukan di Pulau Bunaken

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.