Kamis, Juli 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ada Makhluk Hidup Terkecil di Balik Batu Kapur Gorontalo

redaksi
6 Maret 2026
Kategori : Berita
0
Ada Makhluk Hidup Terkecil di Balik Batu Kapur Gorontalo

GAMBAR: Yuliana Retnowati, et al

Darilaut – Wilayah Provinsi Gorontalo berada di lokasi ekosistem karst yang di dalamnya telah beradaptasi bakteri-bakteri selama ribuan tahun dengan kondisi ekstrem.

Makhluk hidup terkecil bersel tunggal berada di bawah permukaan tanah karst yang keras. Di balik batu kapur bakteri ini mampu membantu tanaman bertahan hidup dan bahkan tumbuh subur.

Lanskap karst Gorontalo tampak tandus dan berbatu. Namun tersimpan kekayaan mikrobiologis yang luar biasa. Bakteri-bakteri kecil itu berproses dan mengembangkan kemampuan biokimia yang bernilai tinggi bagi manusia.

Kondisi fisik yang sebagian tak kasat mata itu memiliki sebuah tanda adanya hubungan ekologis untuk pertanian berkelanjutan.

Ekosistem karst terbentuk dari batuan karbonat seperti batu kapur (limestone) yang secara perlahan terlarut oleh air hujan selama jutaan tahun. Hasilnya adalah lanskap unik berupa gua, lembah, dan bukit-bukit berbatu yang khas. Ekosistem karst tersebar luas — termasuk di Gorontalo, Sulawesi.

Sejumlah peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) masing-masing Yuliana Retnowati, Novri Youla Kandowangko, Abubakar Sidik Katili, Wawan Pembengo telah mengindentifikasi mikroorganisme di Bukit Bangga di daerah pesisir Bangga Bubaa, Kabupaten Boalemo, Bukit sekitar Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo, dan Bukit Pantai Oluhuta di Kabupaten Bone Bolango. Sampel tanah rizosfer dikumpulkan dari kedalaman tanah 15-30 cm.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Batu KapurEkosistem KarstgorontaloUNGUniversitas Negeri Gorontalo
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Perkiraan ENSO Maret Hingga Mei 60%, La Nina 30%, El Nino 10%

Next Post

Indonesia yang Berada di Dekat Garis Khatulistiwa Tak Lagi Aman Risiko Siklon Tropis

Postingan Terkait

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

15 Juli 2026
Krisis Teluk Persia dan Selat Hormuz Berdampak pada Ketahanan Pangan di Seluruh Dunia

IMO Mengutuk Serangan Terhadap Pelaut di Selat Hormuz

15 Juli 2026

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Next Post
Siklon Tropis Horacio Makin Menguat di Dekat Port Marthurin

Indonesia yang Berada di Dekat Garis Khatulistiwa Tak Lagi Aman Risiko Siklon Tropis

TERBARU

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

IMO Mengutuk Serangan Terhadap Pelaut di Selat Hormuz

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

AmsiNews

REKOMENDASI

Ekspor Tuna Terhenti, Nelayan Keliling Kota Sorong Pasarkan Hasil Tangkapannya

Kondisi Cuaca di Berbagai Wilayah Indonesia Dinamis dan Berpotensi Ekstrem

Banjir dan Longsor di Kabupaten Soppeng Mengakibatkan Kerusakan Parah

Vanuatu Diguncang Gempa Kuat M6,5 Saat Menghadapi Dua Topan Sekaligus

Dewan Pers Bertemu Menko Polhukam Bahas RKUHP

Menanggulangi Covid-19 dengan Jambu Biji Merah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.