Letusan ini disertai dengan terjadinya guguran lava pijar ke arah barat daya – barat sejauh 2 km dari pusat, kata Hendra.
Pemantauan kegempaan menunjukkan pada tanggal 16 Januari 2024 pukul 00.00 – 24.00 WITA terjadi peningkatan kegempaan yang signifikan yaitu terekam 13 kali Gempa Awan Panas Guguran, 108 Gempa Letusan, 92 kali Gempa Guguran, 172 kali Gempa Low Frequency, 10 kali Gempa Tremor Harmonik, dan 1 kali Gempa Vulkanik Dalam.
Pada pukul 20.58 WITA hingga pukul 21.24 WITA terekamn Gempa Tremor dengan amplitudo maksimum 47 mm (overscale)
Data kegempaan Gunung Lewotobil Laki-laki menunjukkan peningkatan Gempa Low Frequency yang meningkat signifikan.
Hal ini menunjukkan pergerakan magma ke permukaan yang semakin intensif dalam waktu yang cukup singkat sehingga diperkirakan akan meningkatkan volume lava di area kawah sehingga jarak luncur aliran lava maupun kejadian guguran dan awan panas akan meningkat pula.
Menurut Hendra, adanya guguran lava ke arah baru yaitu barat daya-barat dengan jarak luncur 2 km menunjukkan aliran lava pada saat ini dapat terjadi ke segala arah mengingat terjadinya pergerakan magma ke permukaan yang sangat intensif.
Selain itu, kata Hendra, dengan munculnya Gempa Tremor Harmonik, menunjukkan pembentukan gas dalam konduit magma semakin meningkat sehingga dikhawatirkan akan meningkatkan ekplosivitas erupsi.




