Tim melakukan penanganan medis dengan pemberian susu formula yang dicampur obat pereda nyeri, serta pengobatan luka dengan salep.
Usai perawatan, dugong tampak lebih tenang dan beristirahat di tempat teduh. Sementara itu, pemantauan melalui pesawat tanpa awak (drone) tidak menunjukkan keberadaan induknya di sekitar lokasi.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan-KKP, Koswara, mengatakan, keterlibatan masyarakat dan wisatawan sangat penting dalam upaya konservasi spesies laut yang dilindungi. Edukasi publik menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Koswara juga mengingatkan bahwa Dugong merupakan mamalia laut langka yang tersebar di wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi.
Spesies ini dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut.
Populasi dugong terus terancam oleh siklus reproduksi yang lambat, kerusakan habitat, serta perburuan ilegal.




