Fenomena ini menyebabkan dominasi angin zonal baratan di sekitar ekuator hingga wilayah utara ekuator. Aliran angin baratan tersebut membentang dari Sumatera bagian utara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga utara Papua.
Menurut BMKG pola ini berperan dalam membawa suplai massa udara basah ke wilayah Indonesia bagian utara, sehingga mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas cukup signifikan di beberapa wilayah.
Halaman 3 dari 3




