Jumat, Oktober 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

redaksi
18 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

GAMBAR: AL JAZEERA

Gempa susulan dapat terus terjadi selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah gempa besar.

Alih-alih memprediksi kejadian gempa secara spesifik, ahli seismologi menghitung probabilitas terjadinya gempa besar di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu; analisis ini menjadi dasar bagi penyusunan standar bangunan yang dapat menyelamatkan nyawa. Mereka juga mengoperasikan sistem peringatan dini yang memberi tahu masyarakat segera setelah gempa mulai terjadi.

Bagaimana Gempa Bumi Terjadi?

Secara sederhana, gempa bumi terjadi ketika kerak Bumi berguncang.

Lapisan luar Bumi terpecah menjadi kepingan-kepingan yang bergerak layaknya potongan teka-teki, yang disebut lempeng tektonik, dengan ketebalan sekitar 100 km (62 mil). Lempeng-lempeng ini berada di atas batuan mantel panas yang bersifat padat namun mengalir perlahan, yang menarik serta mendorong lempeng-lempeng tersebut selama jutaan tahun.

Lempeng-lempeng ini senantiasa bergerak, namun tepiannya sering kali saling mengunci dan mengakumulasi tekanan hingga batuan tersebut akhirnya patah di sepanjang retakan yang disebut sesar (patahan). Sesar ini bisa membentang hingga ratusan kilometer.

Banyak sesar telah dipetakan dengan baik, namun ada pula yang baru diketahui keberadaannya saat terjadi patahan atau pergerakan.

Halaman 3 dari 6
Sebelumnya1234...6Selanjutnya
Tags: Gempa BumiGempa KolombiaGempa NTTGempa SaranganiGempa Venezuela
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Next Post

Dua Bibit Siklon Tropis Sedang Berkembang di Laut Cina Selatan dan Laut Filipina

Postingan Terkait

Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

Mahasiswa FMIPA UNG Raih Medali Emas Kompetisi Chemistry Education Innovation 2026

2 Oktober 2026
Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

2 Oktober 2026

Naiknya Permukaan Laut Menghantam Tanzania, Air Asin Masuk 8 km

El Niño Akan Memicu Berbagai Ancaman Bahaya

BMKG: Kondisi Musim di Indonesia Tidak Seragam

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

Karhutla di Pulau Karakelang Talaud Sulawesi Utara

Kebutuhan Pasar Ikan Hias Indonesia Diperoleh Melalui Eksploitasi Dari Alam

Next Post
Dua Bibit Siklon Tropis Sedang Berkembang di Laut Cina Selatan dan Laut Filipina

Dua Bibit Siklon Tropis Sedang Berkembang di Laut Cina Selatan dan Laut Filipina

TERBARU

Mahasiswa FMIPA UNG Raih Medali Emas Kompetisi Chemistry Education Innovation 2026

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Naiknya Permukaan Laut Menghantam Tanzania, Air Asin Masuk 8 km

El Niño Akan Memicu Berbagai Ancaman Bahaya

BMKG: Kondisi Musim di Indonesia Tidak Seragam

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

AmsiNews

REKOMENDASI

Puting Beliung Menerjang Kutai Kartanegara

Melindungi Kota dari Gelombang Panas dan Sistem Pangan

Awal 2019, Hiu Paus Sudah Terlihat di Botubarani

Stasiun Geofisika Palu Amati Potensi Longsoran di Sigi

Rumah Sakit Apung Ksatria Airlangga Membantu Pasien di Daerah Terpencil

Gempa Kuat di Togean Tojo Una-Una, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.