Di wilayah tersebut, sangat mungkin terjadi curah hujan ringan, sedang, hingga deras.
Kerusakan diperkirakan terjadi di distrik pedalaman Saurashtra dan wilayah Gujarat utara. Selain itu, di Kutcha dan kerusakan ringan di Pucca. Terdapat genangan air dan banjir di daerah dataran rendah.
Selama enam terakhir, menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), Biparjoy telah bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 11 km per jam (6 knot).
Berdasarkan data pada radar animasi di India dan Pakistan, mata radar Biparjoy yang luas telah melintasi pantai dekat kota Naliya, India.
Sistem akan terus melacak daratan dengan agak lambat selama 36 jam ke depan. Intensitas dalam 12 jam pertama akan turun sangat lambat, atau bahkan bisa tetap stabil, karena sistem melacak Rann of Kutch dan efek air yang memengaruhi intensitas.
Setelah 12 jam, sistem akan melemah dan menghilang dengan cepat saat bergerak di medan yang lebih kasar dan kering.
Tekanan pusat minimum 980 hPa (hektopaskal). Tinggi gelombang signifikan maksimum 7,3 meter (24 feet), kata JTWC.
Siklon tropis Biparjoy adalah badai besar kedua yang melanda Gujarat setelah Topan Tauktae yang menimbulkan kerusakan parah di Saurashtra pada Mei 2021, menyebabkan sedikitnya 50 orang tewas.





Komentar tentang post