Prakiraan JTWC pendaratan di sepanjang pantai barat Malaysia akan terjadi dalam waktu sekitar 2 hari. Namun, prakiraan ini memiliki tingkat keyakinan rendah karena disipasi total di daratan Sumatra masih mungkin terjadi.
Banjir di Sumatra Utara
Banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, Kota Padang Sidempuan, Sibolga, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat di Kabupaten Sibolga,cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras dalam durasi lebih dari dua hari telah memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
Banjir mengalir cukup deras dan menghantam rumah, menyeret kendaraan hingga infrastruktur lain yang dilewatinya. Arus air itu juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan dan sampah rumah tangga.
Sementara tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Sibolga.
Dari wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, bencana banjir dan tanah longsor telah menyebabkan delapan warga meninggal dunia, 58 luka-luka dan 2.851 warga terpaksa harus mengungsi.

Di Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 50 unit rumah terdampak dan dua jembatan terputus akibat banjir serta tanah longsor.
Beralih ke wilayah Tapanuli Tengah, sebanyak 1.902 unit rumah terdampak banjir. Begitu pula banjir di Tapanuli Utara yang juga menyebabkan dua jembatan penghubung rusak dan tidak bisa dilalui warga.




