Meski belum ada kepastian untuk jalur lintasan Yinxing, Observatorium Hong Kong, Badan Meteorologi Jepang (JMA) dan Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) memperkirakan sistem ini akan menguat.
Jalur lintasan PAGASA, JMA, dan JTWC memperkirakan sistem ini akan menjadi topan di timur Luzon.
Melansir Focustaiwan.tw, peramal cuaca Administrasi Cuaca Pusat (CWA) Liu Yu-chih mengatakan kepada CNA bahwa depresi tropis berada dalam lingkungan yang optimal untuk perkembangan lebih lanjut.
Hari Rabu akan menjadi periode kunci bagi badai karena saat itulah badai dapat mengubah jalurnya, kata Liu.
Prakiraan saat ini menunjukkan kemungkinan itu bisa melemah dan berlama-lama di sekitar Kepulauan Ryukyu.
Namun, beberapa model cuaca memprediksi sistem kemungkinan besar akan menuju ke barat dan melewati bagian utara Filipina, sementara model lain menunjukkan ada kemungkinan dapat bergerak ke utara dari perairan timur Taiwan, kata Liu.
Pengamatan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah sistem tersebut akan berdampak pada Taiwan, ujarnya.




