Petani dapat mengintegrasikan bambu ke dalam sistem agroforestri di mana bambu dapat dipanen hanya dalam beberapa tahun, memberikan pengembalian yang lebih cepat daripada banyak spesies pohon.
Maniraguha memperkirakan bahwa sektor bambu yang berkembang juga dapat menciptakan ribuan lapangan kerja di Uganda.
“Terserah kita untuk menyadari pentingnya dan memanfaatkannya.”
Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Bambu terkadang distigmatisasi di Afrika karena dianggap tidak berharga dibandingkan dengan kayu keras berharga di benua itu, tetapi karena pertumbuhannya yang cepat, kekuatan, dan keserbagunaannya, bambu kini mendapatkan momentum sebagai penggerak bisnis.
Divine Bamboo Group Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di ibu kota Uganda, Kampala, menggabungkan bambu yang diproduksi secara berkelanjutan ke dalam briket yang dipasarkan sebagai bahan bakar masak yang lebih bersih dan lebih murah daripada arang yang menyebabkan deforestasi.
Perusahaan telah menguji coba lebih dari 20 jenis spesies bambu sebelum berfokus pada beberapa spesies lokal ditambah varietas bambu raksasa eksotis tetapi tidak invasif dari Tiongkok, kata kepala eksekutif Divine, Nabaweesi.
Pelanggan melihat bahwa bahan bakar baru ini, yang juga mencakup limbah pertanian, bertahan lebih lama, menghemat uang mereka, dan senang berkontribusi untuk melindungi hutan Uganda, kata Nabaweesi, yang perusahaannya juga menjual bibit bambu kepada petani dan rumah tangga perkotaan.




