Minggu, Oktober 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Banjir Bandang Sinyal Runtuhnya Ekosistem Hutan Sebagai Penyangga Kehidupan

redaksi
16 Februari 2026
Kategori : Berita
0
Banjir Bandang Sinyal Runtuhnya Ekosistem Hutan Sebagai Penyangga Kehidupan

Deforestasi dan rusaknya ekosistem hutan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut –  Banjir bandang berulang di berbagai wilayah di Indonesia sinyal bahwa ekosistem hutan di banyak bentang alam telah berada pada kondisi kritis.

Peristiwa ini merupakan alarm ekologis, tanda bahwa ekosistem hutan sebagai penyangga kehidupan telah mengalami keruntuhan fungsi (ecosystem collapse).

Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Hendra Gunawan, mengatakan bahwa banjir bandang, dalam konteks ini, menjadi konsekuensi logis dari runtuhnya sistem.

“Air hujan tidak lagi terserap dan tersimpan, melainkan langsung mengalir ke hilir, stabilitas lereng melemah akibat rusaknya sistem perakaran, pengendalian iklim mikro terganggu, dan habitat keanekaragaman hayati menyusut drastis,” ujar Hendra mengutip Brin.go.id.

Banjir bandang berulang tidak lagi bisa dipandang semata sebagai bencana akibat hujan ekstrem atau berkurangnya tutupan pohon.

Banjir salah satu sumber utama pencemaran air, mengancam kualitas air serta kesehatan dan keselamatan manusia. FOTO: DARILAUT.ID

Menurut Prof. Hendra, hujan lebat di wilayah tropis sejatinya merupakan fenomena alam yang wajar.

Namun ketika ekosistem hutan kehilangan kemampuan mengatur tata air, menstabilkan tanah, dan meredam energi hujan, curah hujan singkat dapat berubah menjadi aliran deras yang membawa lumpur, kayu, dan batu, menghancurkan permukiman serta infrastruktur, kata Prof. Hendra.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Banjir BandangBRINDeforestasiKrisis EkologisProf. Hendra GunawanRuntuhnya Ekosistem Hutan
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Siklon Tropis Gezani Berada di Dekat Toliara Madagaskar

Next Post

Bagaimana Runtuhnya Ekosistem Hutan Salah Satu Penyebab Banjir Bandang di Indonesia

Postingan Terkait

Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Menjauh 5 km Dari Pusat Erupsi

Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Menjauh 5 km Dari Pusat Erupsi

11 Oktober 2026
Media ASEAN Menyoroti Ketimpangan Posisi Tawar dengan Big Tech

Media ASEAN Menyoroti Ketimpangan Posisi Tawar dengan Big Tech

11 Oktober 2026

Forum Jurnalis ASEAN Bahas Hak Penerbit Pers dan Mekanisme Lisensi

Definisi Karya Jurnalistik Hal Penting Dalam Pembahasan Pelindungan Hak Cipta

Forum Jurnalis ASEAN: Nilai Karya Jurnalistik Harus Terlindungi

Akademisi UNG Bahas Rencana Zonasi Pulau-Pulau Kecil Gorontalo Utara

AMSI Bahas Hak Cipta dan Royalti Karya jurnalistik

Kolaborasi Peneliti Indonesia dan Jerman Temukan 8 Spesies Baru Krustasea di Laut Sulawesi Utara

Next Post
Bagaimana Runtuhnya Ekosistem Hutan Salah Satu Penyebab Banjir Bandang di Indonesia

Bagaimana Runtuhnya Ekosistem Hutan Salah Satu Penyebab Banjir Bandang di Indonesia

TERBARU

Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Menjauh 5 km Dari Pusat Erupsi

Media ASEAN Menyoroti Ketimpangan Posisi Tawar dengan Big Tech

Forum Jurnalis ASEAN Bahas Hak Penerbit Pers dan Mekanisme Lisensi

Definisi Karya Jurnalistik Hal Penting Dalam Pembahasan Pelindungan Hak Cipta

Forum Jurnalis ASEAN: Nilai Karya Jurnalistik Harus Terlindungi

Akademisi UNG Bahas Rencana Zonasi Pulau-Pulau Kecil Gorontalo Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Penjaga Pantai Italia Temukan Paus Sirip Panjang 20 Meter

FPIK UNG Kerjasama Dengan KLHK Rehabilitasi Terumbu Karang di Bone Bolango

134 Spesies Terancam Punah, Kolaborasi Global Berupaya Melindungi Burung Migran

Potensi Hujan di Bulan Mei

Otolit, Alat Pendengar dan Penentuan Umur Ikan

AMSI Bahas Hak Cipta dan Royalti Karya jurnalistik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.