Empat kecamatan terdampak banjir yang merendam 1.262 unit rumah, antara lain Kecamatan Tabongo di Desa Limehe Timur dan Limehe Barat dengan 684 jiwa terdampak; Kecamatan Dungaliyo di Desa Dungaliyo dengan 480 jiwa terdampak; Kecamatan Limboto Barat di Desa Yosonegoro dan Tunggulo dengan 1.239 jiwa terdampak dan; Kecamatan Limboto di Kelurahan Tenilo dengan 1.231 jiwa terdampak.
Hari ke empat pasca banjir bandang yang menerjang Kota Batu pada Kami (4/11) lalu, BPBD setempat melaporkan lima warga yang sempat mengungsi di Gedung Kesenian Bulukerto telah kembali ke rumah.
Sementara 13 korban hilang telah berhasil ditemukan, 7 orang meninggal dunia dan 6 orang selamat.
Banjir bandang di Kota Batu, tak hanya dipicu oleh faktor cuaca. Hasil survey udara yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Walikota Batu dan jajaran Forkompimda pada Sabtu (6/11), didapatkan beberapa data visual yang menunjukkan adanya titik-titik longsor di sepanjang tebing alur lembah sungai di wilayah hulu.
Pengamatan visual dari heli yang terbang rendah menemukan adanya enam alur lembah sungai yang setiap sisinya sangat terjal, tidak dilindungi oleh vegetasi yang rapat dan memiliki akar yang kuat.
Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, kondisi tersebut akan memicu terjadinya longsoran-longsoran yang kemudian terkumpul dan membentuk bendungan alam yang menutup alur air.





Komentar tentang post