Universitas Negeri Gorontalo (UNG) telah membentuk Crisis Center for Flood and Landslide (Pusat Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor).
Menurut Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok, Crisis Center dibentuk untuk mengoordinasi seluruh civitas academica UNG “dalam menanggapi bencana banjir dan longsor.”
Tim Crisis Center UNG Bersama tim SAR gabungan ikut dalam evakuasi korban longsor di Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango, serta melakukan identifikasi korban longsor di RS Bhayangkara Polda Gorontalo bersama Tim DVI Mabes Polri.
Selain itu, tim Crisis Center melaksanakan pelayanan kesehatan mobile kepada korban banjir di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo, serta membagikan makanan siap saji kepada warga terdampak banjir.
Crisis Center UNG beranggotakan tenaga pendidik dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang terbagi pada berbagai bidang seperti bidang medis, psikologi dan lainnya yang akan memberikan layanan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Rektor menjelaskan Crisis Center UNG juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama dalam menanggulangi bencana dan pascabencana banjir tersebut. (VM)




