Banjir mengisolasi 200 kepala keluarga, mengganggu aktivitas ekonomi, mobilitas, serta distribusi logistik. BPBD Kabupaten Kepulauan Sula telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan melakukan asesmen lapangan. Penanganan darurat seperti pemasangan jembatan Bailey masih dalam kajian.
Kebutuhan mendesak meliputi jembatan darurat, material kayu papan, semen, alat berat, serta akses alternatif sementara. Upaya pemulihan terus dikoordinasikan untuk mengembalikan normalitas bagi masyarakat terdampak.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, sejak Rabu, (3/12). Luapan Sungai Akelamo memasuki permukiman warga di Kecamatan Gane Timur, khususnya Desa Sumber Makmur dan Desa Lalubi.
Banjir menyebabkan dua warga hilang dan sekitar 201 kepala keluarga terdampak, dengan estimasi 201 unit rumah terendam. Pendataan menyeluruh masih dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan lanjutan.
BPBD Kabupaten Halmahera Selatan melakukan asesmen awal serta koordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait. Kebutuhan mendesak meliputi penyaluran bantuan logistik serta normalisasi sungai dan perkuatan tebing untuk mencegah banjir susulan. Proses penanganan menghadapi kendala cakupan wilayah yang luas dan memerlukan mobilisasi personel serta peralatan tambahan.




