Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Baruna Jaya IV Masih Mencari Kotak Hitam CVR

redaksi
15 Januari 2021
Kategori : Berita
0
Kapal Riset Baruna Jaya IV Bantu Pencarian Pesawat Sriwijaya Air

Kapal Riset Baruna Jaya IV. FOTO: BPPT

Darilaut – Kapal Riset Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) masih melakukan kotak hitam Cockpit Voice Recorder (CVR), di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu.

Menurut Kepala BPPT Hammam Riza, KR Baruna Jaya IV yang berada di area pencarian, terus berupaya mencari CVR yang menjadi bagian dari black box (kotak hitam) pesawat nahas tersebut.

“Pencarian CVR terus dilakukan menggunakan robot bawah laut yang biasa kita kenal dengan nama Remotely Operated Vehicle (ROV) sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari pukul 02.00 WIB,” kata Hammam di Jakarta, Kamis, (14/1).

Hammam mengatakan dalam Operasi SAR gabungan ini BPPT terus berkoordinasi, dengan seluruh institusi yang terlibat. Setelah mendapatkan clearance dari Basarnas dan KNKT, tim survei Kapal Riset Baruna Jaya IV BPPT mendekati lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ 182.

BPPT diberikan keleluasaan untuk masuk pada titik utama ditemukannya Flight Data Recorder (FDR) SJ182. Saat ini Baruna Jaya IV kurang lebih berada di barat daya, sekitar 30 meter dari titik ditemukannya FDR.

Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan Djoko Nugroho mengatakan saat menemukan black box pesawat Lion Air PK LQP di perairan Karawang pada tahun 2018, FDR dengan CVR ditemukan dengan jarak kurang lebih 80 meter.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BasarnasBPPTKepulauan SeribuKNKTPesawat JatuhSriwijaya Air
Bagikan2Tweet2KirimKirim
Previous Post

85 Kejadian Banjir dan 20 Tanah Longsor di Awal Tahun 2021

Next Post

Gempa Kuat Kembali Mengguncang Majene

Postingan Terkait

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

5 September 2026
Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

4 September 2026

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

Peristiwa El Niño Masih Akan Menguat, Berpotensi Memberi Dampak Berat Bagi Masyarakat dan Perekonomian

Next Post
Gempa Kuat Kembali Mengguncang Majene

Gempa Kuat Kembali Mengguncang Majene

Komentar tentang post

TERBARU

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

AmsiNews

REKOMENDASI

Daya Beli Sektor Kelautan Naik

Tanaman untuk Mengobati Diabetes

Tenaga Kependidikan UNG Raih Gelar Doktor Administrasi Publik

Hari Internasional Untuk Pembelajaran Digital Berfokus Pada Pendidikan Publik

Filipina Bersiap Kemungkinan Terburuk Dampak Topan Super Kong-rey

Foto: Wisatawan Eropa Paling Banyak ke Togean

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.